THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Sabtu, 27 Desember 2008

TERKUNCI DI WC

waktu kelas 5 sd, ada pengalaman yang tak terlupakan....mungkin teman-temanku juga tidak tahu. sewaktu istirahat kami berjalan beriringan dengan teman teman, saya berada di belakang mereka. sayapun iseng mencolek teman yang didepan, langsung lari dan bersembunyi di wc dan saya tutup....brak. pintu tertutup, teman yang saya goda tidak berhasil menemukan saya.
Tapi ternyata, gagang pintu wc tidak ada .... alamak saya mau teriak, malu sama teman yang saya godain. sambil berusaha dan mencoba membuka pintu.... aduh susah. hampir saya putus asa dan menangis. didalam wc ada barang barang milik penjaga sekolah(alat kebersihan dan ember) dan entah bagaimana saya kok langsung mengangkat barang barang tersebut dan ternyata sayapun menemukan gagang pintu..........alhamdulillah saya pun bisa keluar dari wc yang hampir 5 menit lebih terkurung tanpa ada yang tahu. begitu sampai di kelas teman saya tanya sembunyi dimana, kok nggak ketemu....saya bilang ...ada deh..................

Senin, 22 Desember 2008

belum libur

Hari Senin tanggal.22 Desember 2008, Sekolah sekolah di Jakarta sudah mulai libur. Kami yang tinggal di Bekasi tidak tahu kalau di Bekasi belum libur. sehingga anak saya yang masih kelas dua sekolah dasar pagi harinya bangun agak siang. Tiba tiba mobil jemputan sekolah datang, kagetlah saya, ternyata sekolah dasar di bekasi belum libur. Akhirnya mobil jemputan saya suruh berangkat duluan. Dan anak saya buru buru mandi dan berganti pakaian. Saya dan istri sayapun sibuk menyiapkan keperluan anak pakaian, buku pelajaran dan baju serta sarapan sambil pakai baju seragam. setelah selesai buru buru saya antar pakai motor................. ah akhirnya tiba juga di sekolah, dan anak anak yang lainnya masih berada di luar kelas.
yah itulah akibat otonomi daerah, liburan sekolah tiap daerah tidak sama.

cireng dibenci, cireng dicari

saat menjadi kontraktor alias mengontrak di kukusan beji depok(dekat ui) saya kedatangan orang tua dari Bandung. Mereka menjenguk kita yang mencoba peruntungan di Jakarta yang ngontrak dulu sebelum punya rumah. istri saya yang masih keadaan stres karena diajak ke tempat kontrakan yang sangat sederhana, isinya hanya marah marah. setelah ibu kembali ke Bandung ada oleh oleh CIRENG (Aci/kanji digoreng) yang belum digoreng. "apaan ini, makanan gak jelas" .
'itu cireng mah, goreng dulu lah, enak kok" jawab saya
"ah, nggak. ngerepotin" tapi akhirnya istri saya menggorengnya sambil marah marah, dan tiba tiba "aduuuuh................." saya lihat ke belakang, ternyata muka istri saya kecipratan minyak penggorengan cireng." udah makanan nggak enak, nyusahin lagi. besok ibu jangan bawa lagi makanan kayak gini!" saya cuma bilang iya.
Setelah beberapa bulan kemudian, kami berkunjung ke Bandung. Kebetulan adik saya sedang menggoreng cireng, dan menawarkannya ke istri saya " Kak, mau nggak. enak lo....apalagi pake sambel kacang", saya menimpali" jangan dik, kakakmu kapok ama cireng dan pasti nggak suka"
Tapi begitu lihat adik saya makan cireng yang ditambahi sambel kacang dan kelihatannya terasa enak, istri sayapun nyicipi cireng yang dibencinya........waduh, kok enak ya.
"katanya nggak suka, kapok ama cireng kok sekarang malah bilang enak, makanya cicipi , jangan dibenci dulu..."
akhirnya begitu kita mau kembali ke Jakarta istri sayapun minta dibawakan cireng.
cireng dibenci jadi cireng dicinta, sampai sekarang bila membeli gorengan yang dicari cirengnya dulu.

Selasa, 16 Desember 2008

apel yang gagal

setelah jadian.........waduh hati selalu berbunga bunga dan selalu ingin ketemu sama si dia. jadi nggak ada yang namanya malam mingguan, yang ada semua adalah malam minggu, kecuali lagi piket.
Suatu saat di lingkungan basis al dinyatakan konsinyering , jadi nggak ada anggota bujangan yang boleh keluar basis dan semua penjagaan dijaga ketat. sebelumnya ada kerusuhan.........1991.
oalah.....gimana nih, udah janjian mau datang. udah ngebet pengen ketemu tapi nggak bisa keluar. Teman teman yang lain membuat kesibukan sendiri di kapal, tapi saya yang lagi falling in love harus bisa ketemu.................
Saya pun mencoba cari jalan keluar dengan menghindari penjagaan, saya mencoba melewati pinggiran tambak tambak, padahal saya sendiri belum tahu bisa lolos apa nggak dan ada jalan pintas untuk keluar. cuma dalam hati harus keluar dari basis dan ketemu si dia. Dikejauhan terdengan suara peluit petugas bersahutan, memanggil dan melarang anggota yang akan keluar basis, tapi dengan hati deg degan saya tetap bergerak melewati tambak-tambak, namun karena pinggiran tambak yang basah dan licin, saya pun terpeleset dan gedubrak....eh keceprek.....kedua kaki saya tertanam di lumpur .....aduh.
walaupun posisi jatuhnya berdiri celana saya kotor....kakinya gimana...ya iyalah kotor juga.
saya pun coba keluar dari lumpur, terus lanjutkan perjalanan. si sendal yang ada di telapak kaki nggak mau keluar, akhirnya saya lepas dari lumpur tanpa sendal.
otomatis, batal rencana menggebu gebu untuk ketemu si dia, yang ada dongkol, marah pada diri sendiri dan malu. tapi nggak ada yang liat lho.....saya pun kembali ke kapal, sebelumnya kaki dan celana dibilas sama air laut.

nyasar

Ini cerita masa lalu, boleh dikata masih pacaran ama calon mamanya anak-anak. Istri saya kuliahnya malam hari, jadi kalau bukan malam Minggu dan saya main ke rumahnya berarti saya wajib mengantarkan ke kampusnya di Daerah Pucang Adi. Istri saya tinggal di daerah Mrutu Kalianyar/Bulak Rukem Sby, sedangkan saya hanya hafal jalur Surabaya sekitar Jalan Utama misalnya Wonokromo-Jembatan Merah-Tg.Perak. Nah, kalau istri minta antar ke kampus dengan naik motor pinjaman kakaknya, dia yang mengarahkan ke kampusnya (belok kiri maupun kanan, istri saya yang kasih komando), setelah sampai di kampus, saya pun pamit pulang kembali ke rumah. Istri saya tanya "Hafal jalan pulang", saya jawab"Gampang, tinggal ngikutin jalan tadi".
Ternyata, begitu menjauh dari lingkungan kampus saya berputar putar dan kembali ke jalan yang sama, waduh ternyata saya tersesat. bayangan jalur berangkat, begitu kembali (sudut pandangnya jadi kebalik khan) membuat saya bingung....................setelah putar putar berkali-kali di jalur yang sama akhirnya saya menemukan wonokromo .....walah langsung aja ambil jalur utama, dan sampailah saya di rumah (calon) istri saya. sampai sekarang istri saya tidak tahu hal ini, karena malu. padahal lebih dari sekali saya mengalami itu. dan sampai sekarang tetap aja nggak hafal jalur itu.

Kamis, 04 Desember 2008

dongeng raja dengan 3 orang anak

Sebagai orang tua yang baik, kita suka juga membacakan/menceritakan dongeng sebelum tidur kepada anak saya. Untuk anak yang kedua sejak saya menceritakan dongeng sebelum tidur, ia selalu ketagihan dan minta didongengkan setiap malam mau tidur. Semua cerita tentang binatang yang kita ingat sudah saya ceritakan, selanjutnya cerita ttg binatang yang kita karang sendiri sampai akhirnya cerita ttg anak saya sendiri.....habislah bahan cerita hingga saya bingung masa mau ngulang terus cerita yang sama, sementara si anak selalu minta didongengkan. gimana caranya supaya berhenti......akhirnya saya bercerita seperti ini :

pada suatu hari,
ada seorang raja yang mempunyai 3 orang anak,
anak pertama sukanya berburu,
anak yang ketiga sukanya berperang,
dan anak yang ketiga sukanya cerita, ceritanya begini :

pada suatu hari,
ada seorang raja yang mempunyai 3 orang anak,
anak pertama sukanya berburu,
anak yang ketiga sukanya berperang,
dan anak yang ketiga sukanya cerita, ceritanya begini :

pada suatu hari,
ada seorang raja yang mempunyai 3 orang anak,
anak pertama sukanya berburu,
anak yang ketiga sukanya berperang,
dan anak yang ketiga sukanya cerita, ceritanya begini :

pada suatu hari,
ada seorang raja yang mempunyai 3 orang anak,
anak pertama sukanya berburu,
anak yang ketiga sukanya berperang,
dan anak yang ketiga sukanya cerita, ceritanya begini :

pada suatu hari,
ada seorang raja yang mempunyai 3 orang anak,
anak pertama sukanya berburu,
anak yang ketiga sukanya berperang,
dan anak yang ketiga sukanya cerita, ceritanya begini :

pada suatu hari,
ada seorang raja yang mempunyai 3 orang anak,
anak pertama sukanya berburu,
anak yang ketiga sukanya berperang,
dan anak yang ketiga sukanya cerita, ceritanya begini :

pada suatu hari,
ada seorang raja yang mempunyai 3 orang anak,
anak pertama sukanya berburu,
anak yang ketiga sukanya berperang,
dan anak yang ketiga sukanya cerita, ceritanya begini :

dst....dst....dst.....

anak saya pun bingung dengarnya dan akhirnya gak mau lagi dengar dongeng yang seperti ini lagi, tiap malam kalau ditawarkan dongengpun nggak mau, takut nanti ceritanya seperti itu, bikin pegel dan nggak selesai selesai.

Senin, 17 November 2008

Hiburan individu dalam keluarga

Ada lima orang penghuni rumah sesuai judul blog ini, Saya sendiri, Istri, anak laki-laki, anak perempuan dan si bibi. Pernahkah kami nonton tivi berlima ? tidak pernah. karena masing masing punya kesenangan sendiri sendiri. Apabila nonton tivi pastilah rebutan remote untuk mencari acara pilihan masing masing. Untuk mengatasi perselisihan tersebut jadilah masing masing menonton atau membuat acara sendiri sendiri. Nah solusinya kami seperti ini :
1. Istri saya nonton Tivi di ruang utama, nonton sinetron tv dan remote dikuasai sendiri tanpa ada gangguan dari anggota keluarga lain.
2. Saya setel Kaset lagu era 80's dengan memakai headset, setel lagu sampai puas tanpa gangguan juga.
3. Anak laki laki browsing internet serta main game on line.
4. Anak perempuan nonton film kartun anak-anak pada DVD player portable.
5. dan si bibipun nonton tivi sendiri di kamar.
wah.... ini adil banget nggak ya.....
walaupun kami masih dari keluarga yang sederhana tapi kelima anggota keluarga disini bisa punya hiburan individu dan tidak saling mengganggu, cuma memang kami ini tidak kompak. dewe dewe rek.

Minggu, 28 September 2008

dua nama satu jiwa

Saya adalah anak ke lima dari delapan bersaudara dari seorang ayah yang bekerja di Syahbandar Surabaya/KPLP.Nama saya Farida (sesuai akte) terlahir tanggal 16 Des 1967, Sejak kecil sering sakit sakitan akhirnya nama saya diganti menjadi Fatimah. Dan panggilan sehari hari di rumah adalah Fatimah. Sejak TK s/d SD saya menggunakan nama tersebut, namun begitu akan lulus SD nama harus sesuai dengan akte lahir untuk penulisan di Ijazah SD, digunakan lagi nama Farida untuk selanjutnya s/d kuliah di Universitas Muhamadiyah Surabaya.
Teman sekampung dan juga teman SD akan memanggil saya dengan nama Fatimah, tetapi teman SMP, SMA dan Universitas memanggilku Farida. Nah, suatu saat teman dari SMP/SMA/Univ yang datang ke kampungku mencari Farida, tetapi bagi warga kampung tidak mengenal yang namanya Farida, akhirnya temanku itu pulang. Esoknya ia menegur saya, dan saya jelaskan namanya kalau di kampung adalah Fatimah.
Sewaktu masih kecil TK s/d SD Kami tinggal di Petemon Kali Gang - II Surabaya, Tahun 1979 Kamipun pindah ke Daerah Wonosari/Wonokusumo dan akhirnya setelah Ayahku bisa membeli tanah dan membangun rumah kami pun pindah ke Rumah baru di Daerah MrutuKalianyar Gang-III.
Kehidupan masa kecil saya cukup disiplin, karena semua anggota keluarga tidak boleh ada yang berpangku tangan, karena ibuku mempunyai warung kecil, kamipun selain harus membantu kegiatan di rumah kamipun harus membantu menjual makanan/es lilin dengan keliling kampung.
Semasa SMA adalah masa yang paling indah, saat itu ada cowok idaman yang menjadi kekasih atau cinta pertama saya yang bernama Adi Siswanto, ia pun tinggal tidak jauh dari tempat tinggal kami. Namun karena dia berasal dari keluarga yang broken home, dimana Ayahnya sudah pergi meninggalkan keluarganya. Bapakku tidak pernah merestui hubungan kami. Dan akhirnya kamipun berpisah baik baik dan entah dimana ia berada sekarang, walau sampai saat ini bayangan kisahku dengan dia masih berbekas dihati.
Karena saya orangnya termasuk supel dan menyenangkan (katanya),banyak juga sih cowok yang naksir saya tapi tidak semudah itu saya dapat melupakan kekasih atau cinta pertama saya. Karena sayapun harus bisa memikirkan masa depan paling tidak kalau saya bisa kuliah dan setelah menjadi sarjana saya harus bisa kerja agar kehidupan kami menjadi lebih baik dari pada suatu keluarga yang hanya ditopang oleh penghasilan sang suami.
Setelah Lulus SMA sayapun melanjutkan kuliah di Universitas Muhamadiyah Surabaya, Karena Kuliahnya Sore s/d Malam hari, maka setelah memasuki semester Tiga saya memberanikan diri mencari pekerjaan untuk menjadi guru di sekolah swasta. Sekedar mencari pengalaman, paling tidak setelah selesai kuliah saya bisa lebih mudah untuk menjadi guru.
Cowok.... ada sih, tapi saat kuliah belum punya pikiran untuk pacaran serius atau menikah. jadi sekedar berteman saja, walaupun kedua orangtuaku selalu memaksa untuk emndapatkan jodoh, karena adik perempuanku kebetulan sudah punya cowok.
Lingkungan tempat tinggal kami kebetulan dekat dengan basis AL/koarmatim dan juga kakak ipar anggota AL. Saya sendiri tidak pernah berminat berpacaran apalagi menikah dengan anggota AL karena punya pengalaman nggak enak sewaktu masih SMA Hangtuah, waktu itu sebagai anggota Marching band dan pelatihnya anggota AL yang galak galak dan suka menghukum.
Tapi ternyata karena memang lokasi tempat tinggal disana mengakibatkan banyak cowok dari AL- lah/kan/dong yang sering mencoba untuk mendekati saya, bahkan ada yang langsung mengajakku berumah tangga.....hebat ya.
Apalagi kakak ipar sering membawa teman ke rumahnya, sehingga yang bujangan selalu menemuiku untuk ngajak makan bakso atau rujak ....rujak......rujak.....
Tapi biarpun mereka berkorban sampai babak belur untuk mendapatkan saya, sampai kuliah pun di antar/jemput belum ada satupun yang bisa menjadi pacar saya.
hingga suatu ketika ada seorang anggota kapal yang bernama sudiro datang ke rumah karena diajak oleh pacar adik saya (anggota AL juga).akhirnya kita pun berkenalan, dan sering pula ia datang ke rumah....apel gitu.
Tapi....ia ternyata bukan jodoh sebab ia sudah punya pacar yang sebentar lagi mereka akan menikah....sudiropun sering curhat sama saya bahwa ia tidak mencintai calon istrinya, kalaupun menikah karena terpaksa.
Sayapun coba membantunya untuk menghilangkan atau memisahkan mereka, tapi caranya dengan mendatangi orang pintar/dukun lah... ke pulau madura, tidak berhasil. akhirnya sudiropun menikah. aku sakit hati.....mungkin, Tapi Sudirotidak begitu saja melupakan saya, walau sudah menikah ia masih sembunyi sembunyi dari istrinya untuk menemuiku. bahkan sering juga ia memberi uang sekedar untuk membantu biaya kuliah.
tahu suaminya sering menemuiku , istrinya marah marah... bahkan apabila ada anak yang bernama sama dengan saya >>>Fatimah>>> istrinya sudiro tanpa sebab marah sama anak itu. Setelah Sudiro menikah ada teman kerjanya yang bernama Kurniawan yang dulunya sering ikut apel , akhirnya sering datang ke rumah mencoba menggantikan posisi Sudiro.
saya masih belum memberikan reaksi atau mengerti terhadap seringnya ia datang ke rumah dan hanya menganggap teman, namun ternyata tiba tiba ia pindah kerja ke luar Jawa dan sangat jauh diujung pulau.
hingga suatu malam sepulangnya dari kuliah (jam 22.00) saya dikenalkan dengan seorang pria yang akhirnya sekarang menjadi suami saya. pertama kali kenal tidaka ada kesan sama sekali, apalagi dia bukan tipe pria idaman.
ternyata ia sudah datang kerumah sejak pukul 19.00, karena saya belum datang iapun mengobrol dengan bapak. Tapi hebatnya ini orang dalah berani ngobrol dengan bapak, padahal orang lain semua takut kalau ketemu dengan bapak saya, kelihatannya galak dan sulit untuk diajak kompromi.
Ternyata sebelum saya kenal dengan cowok cowok diatas, sang tamu ini sudah pernah mau ke rumah saya (adik ipar saya juga yang ngajak) tapi karena keburu pindah tugas, dan orang yang menggantikan posisinya si sudiro ini, akhirnya sudiro lah yang kenal dengan saya duluan.
Saya juga belum memutuskan siapa sih calon pendamping hidup saya, padahal orang tua terus memaksa untuk segera menikah.
Di tempat kuliah sayapun mempunya teman cowok yang akrab bernama Andika, juga ada teman cowok yang bernama sukiman ia juga anggota AL . Kalau andika tidak berani ngungkapkan hatinya karena masih kuliah dan belum tahu akan masa depannya, sedangkan Sukiman masih belum jelas karena ia tidak tegas untuk menikah dengan saya dan menunggu selesai kuliah....kelamaan tau...... Akhirnya Saya pilih Si Tamu terakhir ini jadi Suami saya, karena Jelas dan tegas untuk jadian dengan saya.
namun sebelum menikah Suami saya sering bingung dengan nama saya, karena ia kenal nama saya adalah farida, tetapi kok keluarga selalu memanggil dengan nama mbak Fat.......... saya ulangi mbak far....nggak cocok jadi jelas yang didengar mbak fat. suamipun sering bertanya siapa nama saya sebenernya Farida atawa fatimah. nah kalau fatimah apa hubungannya dengan Sudiro yang ternyata juga masih teman suami saya. sayapun masih mengambang memberi jawaban sama suami saya......suatu saat nanti ia akan tahu sendiri.
Dan kini sebagai buktinya 2 orang anak cowok yang berumur 15 tahun dan yang cewek berumur 8 tahun.

Jumat, 19 September 2008

MAINAN MASA KECIL

pernahkan anda di masa kecil menyanyikan lagu ini :
punten
mangga ayo ga
gatot kaca ayo ca
cau ambon ayo mbon
bonteng asak ayo sak
sakit perut ayo rut
rujak asem ayo sem
sempal sempil ayo pil
pilem rame ayo me.......................dst
sekitar tahun 1973-1976 saat kecil saya tinggal di asrama yon zipur 7 jagakarsa jakarta selatan bersama teman sebaya suka menyanyikan lagu itu bahkan namanya anak anak lagu tersebut juga sedikit nakal untuk ukuran saat itu. sisus, mame, acep, toyo dll adalah nama nama teman sebaya saat itu. mungkin nama nama yang aneh untuk masa sekarang. bahkan untuk sisus yang saya ingat dia mempunyai masalah dengan bibirnya dan saat itu sudah dioperasi sehingga bibirnya sudah normal seperti anak yang lainnya.
kejadian lain saat itu adalah datangnya pedagang topi dari daun pandan seperti topi koboy, semua anak anak membeli topi tersebut, kemudian datanglah juru potret keliling, kami pun dipotret sama sama dengan menggunakan topi koboy...........sayang saya tidak punya potonya. tapi apabila ada yang punya tolong dong kirim melalui email ke alamat saya.
bermain saat anak anak sangat mengasyikan, main bola, main layangan, kucing kucingan bahkan mainan kita buat sendiri dan dahulu tidak ada khan mainan beli.
khusus main layangan, benang gelasan yang mahal kita termasuk anak yang kurang beruntung bisa mendapatkannya melalui/dengan membantu sebagai tukang gulung benang saat si empunya layangan memaminkan layangannya. Saat itu namanya "KUAT", setelah selesai bermain layangan ia akan memberikan benang gelasan beberapa meter dan diambil atau diputus dari gulungan benang gelasan miliknya.
permainan lain yang tak kalah seru dan mengasyikan adalah naik pohon jambu dan menggoyang goyangkan dahan pohon yang kita dudukin. saat itu ada 3 orang anak termasuk saya sambil teriak teriak dan senang menggoyang goyangkan dahan pohon yang diduduki...............ah.....kretek kretek.........ternyata dahan pohon jambu itu patah/roboh, kita semua panik, untungnya jatuhnya secara perlahan tapi rasa takut tetap ada. yang pasti pemilik pohon jambu marah marah sama kita.
jaman sekarang mainan mobil mobilan sudah pake remote kontrol, dulu kita buat dari bambu dengan roda dari sendal bekas yg kita iris bundar.
nonton tv (hitam putih/tvri lagi), sukanya film kartun atawa malamnya nonton film manix ama the wild wild west. tapi nontonnya di tempat untuk nonton tv rame rame atau tetangga yang punya tv dipasang di jendela supaya bisa ditonton bersama, nah masalahnya asrama kita belum ada pln, aliran listrik dari genset milik batalyon yang menyala tiap malam bergantian. saat barak tempat tinggal kita terkena giliran mati lampu, maka beramai ramai kita mencari rumah yang punya tv dan aliran listriknya menyala.....om numpang nonton, walaupun nggak kenal ama yang punya rumah.
tahun 76, saya pindah ke bandung saya masuk sd yang baru ada tiga kelas, jadi kita kelas tiga adalah angkatan pertama nantinya bila lulus. teman sd yang saya ingat darmudji dia bintang pelajar di sekolah, bahkan untuk lomba nyanyi dia perwakilan sekolah kami sayang ia kalah karena nyanyinya tidak ada gaya alias patung bernyanyi. arman maulana, kepalanya udah duluan lebar anaknya aneh dan mau disuruh makan serangga (capung) , emen, rahmadi, dll. pagi hari sebelum masuk kelas kita main bola menggunakan bola tenis.... seru juga sih,
permainan di rumah?
di dekat rumah ada pesantren/madrasah ibtidaiyah yang tiap tahun menyelenggarakan malam imtihan atawa malam hiburan dlm rangka kenaikan kelas, pertama kali saya lihat hiburan di panggung yang dimainkan oleh anak anak mulai dari nyanyi lawak dan hiburan lainnya. yang selalu saya ingat adalah lagu mainan anak anak yang dimainkan dalam acara itu :
jaleuleu...........ja
tulak tuja eman................gow
seureuh leuweung.................gung
ucing katinggang song song ...............ngek
karena tertarik dengan acara imtihan tiap tahun makanya semua anak anak juga ikut sekolah di madrasah yang jam belajarnya mulai pukul 14.00 s/d malam (?) dimulai dari kelas a,b,1,2,3,4 dimana diisi oleh seorang guru/ustad satu-satunya. bahkan dua kelas kadang kadang digabung . Sang ustad yang kita ppanggil Ustad Didin pagi harinya bekerja sebagai pegawai PLN, jadi jam 14.00 tidak pasti juga jam berapa sang ustad pulang dari bekerja. boleh dikata madrasah ini gratis, anak bayar spp seiklasnya dan sang gurupun belum tentu punya bayaran karena ia sendiri merangkap sebagai kepsek sampai sekarang. mungkin yang penting adalah mengajarkan ilmu agama untuk anak anak di sekitarnya.
Permainan anak anak di kampung ini tidak selamanya sama/abadi tergantung musimnya kayak main layangan. permainan lainnya :
main pedang-pedangan, terbuat dari bambu. karena pernah hampir melukai mata salah satu teman anak anak punya inisiatif untuk menghilangkan permainan ini.
main pletok-pletoka yaitu pistol bambu yang diisi kertas basah yang disumpalkan di bambu lalu didorong dengan gagang dari batang bambu.
main pistol-pistolan dengan peluru dari tanaman, dan pistol dari gagang bambu yang diikat karet.
main gambar, setelah agak dewasa menjadi main kartu mulai dari cangkulan, remi atau emapt satu.
main catur. nggak usah dijelasin.

Kamis, 04 September 2008

kisah kisah lucu yang tidak terlupakan

(ditulis pertama kali tanggal, Sabtu, 2008 Januari 12)

1. Pada usianya yang ke-5 anak pertama saya sudah mengenal huruf huruf tetapi belum bisa menggabungkannya untuk menjadi kata kata. Ada pengalaman lucu mengenai hal itu. Ketika masih tinggal di depok kami selalu menggunakan KRL jurusan Depok – Kota.
Setiap pemberhentian/stasiun anak kami selalu bertanya stasiun apa. Suatu saat kereta berhenti di stasiun TEBET, kami menyuruh sang anak untuk mengeja nama stasiun itu, dengan lancar dan lantang anak kami mengeja “ T – E – B – E – T “ kami pun kagum, langsung saya suruh ucapkan katanya (gabungan huruf tadi), dengan lantang pula ia menyebutkan nama stasiunnya SAWAH BESAR, kami pun tertawa serta seluruh penumpang KRL yang mendengar.


2. anak kami waktu masih berumur 5 thn memang masih lucu, suka mengikuti apa yang kami lakukan. Bila memecahkan telur puyuh matang selalu memukulkannya ke jidat anak saya, hanya menggoda dan mengajarkan supaya berani dan tidak takut akan benturan kecil.
Suatu saat ibu pulang dari belanja membawa telur puyuh, anak kami bertanya apakah telur puyuhnya matang. Ibu pun menjawab iya, karena biasanya telur puyuh itu memang sudah matang. Akhirnya dipukulkannya telur puyuh itu ke jidat sendiri, prak........ ternyata telur puyuh itu masih mentah. Kotorlah muka anak saya itu.


3. ada lagi cerita lucu tentang anak kami yang pertama ini. Kebiasaan istri saya menyimpan bumbu apa saja di dalam kulkas termasuk terasi batangan.Setelah membuat kue tart, sisa coklat batangan juga disimpan di kulkas. Coklat batangan manis dan enak saya patahkan dan makan, dan sisanya dikembalikan ke dalam kulkas. Anak saya minta juga, saya suruh ambil sendiri di kulkas. Anak saya bilang yang ini pak, saya jawab iya karena terlihat bentuknya sama. Namun begitu digigit oleh anak saya rasanya kok aneh...... uwek uwek........... ternyata anak saya mengambil terasi batangan. Aduh kasihan deh.


4. lain lagi tentang istri saya. Kami memang keluarga yang lucu, guyon dan jail dengan konyol biasa kami lakukan untuk keakraban keluarga. Suatu saat istri saya mau menjaili saya mengambil jari telunjuk saya untuk dimasukan ke lobang hidungnya. Karena istri saya tidak tahu jari telunjuk saya sudah memegang sesuatu yang paling bau, saya pura pura menolak menahan tangan saya untuk dimasukan ke lubang hidungnya. Akhirnya saya lepas dan ditempelkan jari telunjuk saya ke hidungnya.......ah.....bau apa ini pak. makanya jangan jail sama raja jail. Mau jail malah kena yang lebih jail jadinya.


5. karena tinggal di bekasi dan bekerja di jakarta, istri saya kalau pulang selalu naik bis dan minta dijemput di tol bekasi timur. Seringkali karena pulang kerja itu capai dan rasa kantuk timbul menjelang bis tiba di pintu tol bekasi timurdan tertidur, akhirnya seharusnya sudah turun akhirnya kebablasan sampai terminal atau bulak kapal. Setelah bangun dengan terbengong bengong melihat suasana sekitar yang agak berbeda dan setelah bertanya sama kondektur barulah sadar bahwa kelewatan dari tempat pemberhentian seharusnya. Yah mau gak mau sayapun akhirnya menjemputnya ke bulak kapal, mau marah, tapi lucu juga.


6. perempuan dimanapun selalu identik dengan cerewet dan suka ngobrol. Istri sayapun kalau sudah ngobrol panjang lebar seolah olah tidak ada komanya. Suatu saat saya ajak ke kantor tempat saya bekerja, iapun ngobrol dengan rekan saya, dan saya rekam suara istri tanpa ia sadari, panjang lebar ia bercerita. Begitu sampai dirumah rekaman itu saya setel ia pun kaget. Ternyata istri sayapun mencoba membalasnya, dengan bekerja sama dengan anak saya, suatu saat saya pulang setelah menangani permasalahan kakak ipar di bengkel tempat kerjanya. Sayapun ditanggapi untuk bercerita tentang hasil penyelesaian masalah yang dihadapi kakaknya.eh ternyata cerita saya itu direkamnya, begitu saya selesai bercerita panjang lebar.diputarlah hasil rekamannya, saya kaget rekaman kapan..... semua pada tertawa.


7. sering saya menjaili istri dengan membohongi kejadian seolah olah beneran. Tapi yang namanya perempuan percaya aja. Dengan berpura pura tangan terjepit oleh tumpukan buku yang banyak, istri saya percaya dan membantu saya untuk melepaskannya. Padahal saya hanya berpantomin seolah olah tangan terjepit......................... uh uh uh........... akhirnya sayapun tertawa terbahak bahak . masa sih kita bisa kejepit sama tumpukan buku.

8. Kisah lain yang tak kalah konyol dan selalu menjadi ingatan istri adalah saat kami masih kontrak di rumah petak di daerah Surabaya. Saat malam tiba listrik dari PLN mati, untuk penerangan darurat istri menyalakan lampu teplok/cublik lampu sumbu yang menggunakan minyak tanah. Listrik mati sampai besok pagi, begitu kami bangun istri saya tertawa melihat wajah saya yang penuh kotoran hitam, sebaliknya sayapun tertawa melihat wajah istri penuh dengan kotoran hitam yang ternyata berasal dari asap lampu teplok. Setelah itu baru kami mengerti bahwa lampu teplok itu jangan asal nyala tetapi harus diatur apinya supaya tidak menimbulkan debu hitam.

9. Kami tinggal di Bekasi dan bekerja di Jakarta, untuk menuju ke Jakarta saya naik motor dulu dari rumah dan parkir di tempat penitipan motor sebelum Naik Bis dari yang /lewat Pintu Tol Bekasi Timur,dan pulangnya kamipun janjian dengan istri untuk saling menunggu di tempat penitipan motor tersebut.
Suatu saat istri saya sudah tiba duluan di tempat penitipan motor, namun karena ada keperluan istri saya kebelakang dan begitu saya tiba disana saya tidak melihat istri saya sudah datang, maka saya ambil motor dan saya tunggu di luar.
lebih dari satu jam kami saling menunggu, saya berada di seberang, sedangkan istri ada di tempat penitipan motor. Saya sudah tidak sabar, katanya sudah sampai maka sayapun masuk ke wartel dan menelpon hp istri ............ha........ha........ha.........ternyata ada di tempat penitipan motor dan kami saling menunggu sangat lama dan lebih dari se jam. akhirnya kamipun pulang dan berantem dijalan saling menyalahkan..........konyol juga.

10.Suatu saat saya membuat teh instan rasa jeruk nipis (merk lupa), karena belum sempat diminum saya keburu ada keperluan sebentar keluar rumah. begitu kembali dan ingat saya punya teh yang segar, tapi ternyata sudah tidak ada/habis, ada yang minum rupanya. ketika saya tanyakan sama istri, apakah teh yang saya buat diminumnya, jawaban istri saya tidak. saya percaya saja (bisa juga yang minum adalah anak saya), tapi begitu saya tanya tehnya rasanya enak, ya! ternyata spontan istri saya mengangguk tanda iya....... ha ha ha ha artinya tidak minum tapi tahu rasanya.....ketahuan khan, bohongnya.........

11. Pagi yang gelap (pkl 05.15) Kami berangkat kerja dan bertiga naik motor, saya yang mengendarai motor, anak saya yang masih SMP duduk ditengah, dan dibelakang istri saya.
Karena merasa ban belakang kurang angin, istri saya menyarankan tambah angin dulu. Begitu melewati tempat tambal ban tidak jauh dari tikungan dukuh zamrud (sekarang RM Padang AJO) ,sambil motor bergerak pelan saya melihat tukang tambal bannya masih tertidur pulas di kiosnya maka sayapun tancap gas sambil mencari tukang tambal yang masih melek aja.....tiba tiba anak saya mencolek setelah terima panggilan HP dan sayapun kaget ternyata anak saya bilang"Pah kembali, mama masih dibelakang", padahal kami berdua sudah berada di sekitar SMAN 9 Bekasi. waduh, rupanya ketika motor bergerak pelan ternyata istri saya berinisiatif turun. Akhirnya sayapun kembali menjemput sang istri didekat tempat tambal ban, tentu saja marah marah sampai puassss

12. Kalau hari sabtu saya libur, tapi istri tetap kerja. Makanya saya kebagian ngantar pake motor ke Pintu tol bekasi timur/perempatan kali malang dan nantinya istri naik bis 3/4 jurusan Pulogadung. Supaya lebih cepat saya menyarankan untuk naik bisnya tepat didepan pintu tol bekasi timjur arah jakarta, sayapun ngantarnya tidak terlalu jauh pikir saya nanti jemputnya juga nggak jauh dari tempat itu. Begitu istri saya sudah kembali dari kerja dan minta jemput lagi, saya pun menunggu di tempat mengantar tadi, tapi kok nggak ada bis yang dari arah pulogadung padahal istri saya bilang sudah nyampe.istri saya marah marah karena saya nggak muncul muncul padahal katanya sudah tunggu di tol timur......astaga....saya baru sadar pintu masuk arah jakarta berada di selatan jalan tol cikampek sedangkan pintu keluar dari jakarta berada di sebelah utara tol cikampek(berseberangan), pantesan nggak ketemu, akhirnya saya bergerak menuju tempat istri saya menunggu, dengan marah marah istripun kapok dengan ide saya ini, besok lagi kalu mau jemput di tempat biasa saja.....heh.......heh...................

13. Suatu saat, sepulang kerja saya beserta istri naik KRL Jakarta-Bekasi AC Ekonomi. karena Ber AC dan terasa sejuk serta penumpang yang tidak begitu banyak, kami yang terasa capek karena pulang kerja merasa ngantuk, istri tertidur sayapun tertidur. masing masing menganggap ah...salah satu melek nanti kalau sampai di bekasi pasti dibangunin. walah... ternyata kami berdua tertidur pulas (posisi duduk) sampai kereta tiba di bekasi. begitu para penumpang turun, yang melewati kami teriak... hai bangun...bangun sudah sampe....wah.......kami berdua bangun dan terkaget kaget sambil saling menyalahkan kenapa semua pada tertidur dan saling mengandalkan ......yah yang paling sebel rasa malunya itu lho, para penumpang di luar kereta masih pada ngeliatin kami.

Rabu, 23 Juli 2008

rumah ku di bekasi








Sebuah rumah mungil type 50,5 yang terdiri dari 2 kmr tidur 1 kamar tamu dan 1 kamar mandi, Terletak di blok U3 no15 perumahan kota legenda dukuh zamrud rt 02 rw 10 kelurahan cimuning kecamatan mustika jaya (sebelum pemekaran termasuk kecamatan bantar gebang) itulah rumah kami yang dihuni oleh 5 orang.
1. sang bapak umur 40 tahun bekerja di instansi tni al koarmabar jakarta.
2. sang ibu bekerja sebagai guru umur 40 thn di sma pgri 12 jakarta utara.
3. sang anak pertama laki-laki umur 15 tahun sekolah kelas 3 smpn 2 bekasi. sekarang sudah di Kelas X SMAN 13 Jakarta Utara.
4. si kecil anak kedua perempuan umur 7 tahun sekolah kelas 2 di sdn pedurenan vi bekasi
5. bibi masih family dari keluarga di bandung.

keseharian kami mulai dari hari senin s/d jumat, dimulai bangun pagi jam 04.00-04.15 setelah mandi gandi baju dan shalat subuh tanpa sempat sarapan berangkat ke tempat kerja jam 05.00 - 05.15. kami berdua naik motor dari rumah tujuan jakarta, anak pertama supaya tdk terlambat sekolah dan juga tentunya bisa lebih irit ongkos ikut serta berangkat pagi pagi.

Sekarang anak saya sudah lulus dari SMPN 2 Bekasi, dan diterima di SMAN 13 Jakarta Utara, tentu saja kebiasaan bangun pagi tidak berubah. Berangkat sekolah bersama ayahnya pukul 05.00 menuju stasiun KA Bekasi. Naik kereta jam 05.30 dan turun di Jatinegara dilanjutkan naik bis 43 Jurusan Cililitan - Tanjung Priuk. begitu juga sebaliknya kalau pulang, tentunya saya tunggu di stasiun bekasi untuk pulang bersama ke rumah.
Mulai tanggal 3 Desember 2008 kegiatan harian kami sudah berubah sejak si bibi pulang kampung dan tidak kembali.
kami semua bangun pagi sekali yaitu jam 03.30 wib. langsung membereskan dan menyiapkan segala keperluan mandi dan sarapan anak, jam 04.00 anak anak dibangunin dan mandi.
Jam 04.45 Wib ( ) Saya beserta anak pertama berangkat duluan menuju stasiun bekasi, kalau ada kereta dari Jawa (Brantas/CitraJaya/dll) kami numpang sampai Jatinegara lebih cepat, kalau tidak ada kereta tsb baru naik krl ac ekonomi berangkat jam 05.35 sampai di jatinegara jam 06.00 anak saya melanjutkan naik bis 43 cilitan tg.priuk untuk sampai di sekolahnya.
Tapi di rumah istri saya berangkat jam 05.00 sebelumnya mangantarkan anak perempuan yang berumur 7 tahun ke rumah kakak ipar (masih di Dukuh zamrud) tentunya sudah disiapkan sarapan dan pakaian seragam sekolahnya, karena pada jam 06.30 ikut mobil jemputan sekolah menuju SD nya.
Sorenya, setelah pulang kerja semua sibuk lagi .........................pekerjaan rumah.
tetapi sejak 15 maret 2009, penderitaan bangun sangat pagi and selalu was was takut terlambat sudah selesai, karena kami sudah pindah ke Jakarta. yaitu di Jalan Tabah Raya, kel Kelapa Gading Barat Jakarta Utara.
Saya bekerja di Jl.Gunung Sahari Jakarta Pusat, Istri mengajar di SMA dekat dengan rumah sekarang, dan Si anak pertama sekolah di SMA 13, cukup sekali naik bis 43 sedangkan si kecil terpaksa dipindahkan sekolahnya dari Bekasi ke Sekolah yang dekat dengan rumah sekarang, terpaksa pula Sekolah Dasar Swasta.

Jumat, 2008 Februari 01

banjir jakarta 2008

Setelah hujan semalaman Jakarta pada tanggal 1 feb 2008 kembali dilanda banjir.

Jalan bungur - garuda - kemayoran - jiung - galur - cempaka mas - itc - yos sudarso - tol cempaka putih - tol pondok gede.

Pada jam 12.15 wib saya keluar dari kantor tempat saya bekerja, namun semua halaman kantor sudah tergenang air sedalam lutut. keadaan masih hujan gerimis, saya mengeluarkan motor dari tempat parkir dan ternyata air di pintu gerbang cukup dalam, motor saya gas dengan pada gigi satu dan sampailah saya di jalan raya yang tidak tergenang air. dari bangur saya bergerak melewati jalan garuda terus melewati kemayoran. Di jalan bekas landasan udara ini air menggenang sekitar 10 - 20 cm, rencananya saya akan melalui jalan sumur batu ternyata saya dihadang karena sumur batupun sudah tenggelam akhirnya saya belok kanan ke arah jiung.

Hujan masih turun cukup deras, pada spidometer bensin tertera tinggal 2 garis. saya terus bergerak ke arah galur dan cempaka putih sambil mencari penjual bensin, karena masih hujan kios bensin eceran tidak ada penjualnya. untunglah pom bensin Shell tidak banjir. Setelah isi bensin full tank, saya bergerak lagi ke cempaka putih. ternyata kemacetan parah di depan ITC Cempaka mas. Saya akhirnya menerobos banjir di jalur lambat untuk masuk ke areal ITC, dari sanpun saya tidak bisa bergerak ke jalan raya berkat gerobak dengan ongkos Rp.10.000 saya masuk jalan Yos Sudarso depan AHM. saat itu jam tangan sudah menunjukkan pukul 14.30 macet total, sambil bergerak sedikit sedikit menuju putaran balik saya hubngi istri saya untuk pulang bersama. Akhirnya istri saya pun bisa beregabung di puran balik dan secara perlahan merayap motor saya arahkan ke jembatan layang, saya lihat arah pulau gadung bisa dilewati sayapun berbelok ke kiri oh.... katanya arah pulau gadung tidak bisa dilewati. saya belok kanan melalui jalur busway menuju perempatan Cempaka putih. Selanjutnya belok kiri ke rah Jatinegara, pelan dan merayap sambil jalan di tepi pembatas jalur busway arah jatinegara. kemana lagi jalu yang harus saya tempuh supaya bisa sampai di bekasi? Jalan Tol? akhirnya setelah mendekati pintu tol cempaka putih, sepedamotor kamipun diangkut gerobak dengan ongkos Rp.15.00 menuju pintu tol.memang melanggar, tetapi jalur tol yang berada di ats tentunya tidaklah banjir. kamipun bergerak ke arah selatan, banyak juga motor lain. serta selalu berada di bahu jalan, namun begitu ada pintu keluar ada papan bertuliskan Motor keluar jalur ini. tetapi saya terus bergerak ke selatan. kendaraan lain/mobil bergerak padat disebelah kanan, tetapi kami tetap meluncur dengan lancar di bahu jalan. akhirnya sampailah kami di pintu keluar pondok gede................ bebaslah saya dari kemacetan yang parah dan sangat melelahkan.


Rabu, 2007 Desember 19

anak kedua

Anak kedua perempuan dilahirkan pada jam 13.00 wib tanggal 27 maret 2001 di RS dr Mintoharjo jl Benhil Jakarta. Bayi perempuan mungil dengan berat 3,4 kg. sedikit yang tidak dapat saya mengerti adalah segala sesuatu tentang keuangan untuk kepentingan si kecil ini selalu dapat diatasi. Ketika baru lahir kami dapat membelikan kereta dorong. Walau harganya murah tetapi lumayanlah bisa untuk mengajaknya jalan jalan di sekitar tempat kami tinggal. Menginjak umur 9 bulan sepeda kecil roda tigapun kami belikan, walau belum bisa menggunakannya, tapi sebagai pengganti kereta dorong untuk mengajak jalan jalan juga. Pada umur 2 tahun kami belikan sepeda roda 2, walau masih menggunakan roda tambahan 2 bh tapi cukup buat penyemangat si anak agar mau makan sambil jalan jalan. Begitupun pada usia 5 tahun ingin sepedanya diganti dengan yang lebih besar entah darimana kamipun bisa membelikannya.

Itu adalah kemudahan memiliki benda yang tak kalah penting adalah susu. Sejak dilahirkan, anak kami tidak bisa menikmati asi dari sang ibu, tetapi susu kalenglah sebagai pengganti buat si bayi dengan susu vitalac 1 dan vitalac 2 (0-12 bln) dan susu bendera 123 (1-3 th) serta susu bendera 456 (4-6 thn) Karena kemampuan kami setiap bulan untuk membeli susu terbatas kami hanya bisa membeli 1-3 kaleng atau 1-3 kotak susu. Padahal kebutuhan susu si bayi tentunya setiap bulan lebih dari 5 kaleng/kotak.

Sebelum berangkat kerja kita sudah tahu bahwa susu si bayi sudah tinggal sedikit, bahkan ketika kita sudah berada di tempat kerja pun pengasuh bayi menelpon kami bahwa susu sudah mau habis. Istripun mengingatkan saya, karena masing masing tidak punya uang untuk beli susu. Tapi keajaiban terhadap si anak selalu saja ada, entah darimana kamipun dapat uang untuk membelikan susu, tentunya sepulang kerja kami mampir membeli susu. Begitu sampai saat ini, susu berganti merk pun kami tetap dapat memenuhinya.

Tahun 2005 – 2007 anak saya sekolah di TK Pertiwi yang terletak di Perum Dukuh Zamrud Bekasi, saat ini anak kami sudah menginjak kelas 2 di SD Negeri Pedurenan VI Dukuh Zamrud Bekasi. Bagaimana dengan biaya sekolah diatas, alhamdulillah semua bisa diatasi. Memang kami tidak bisa membayar lunas langsung untuk biaya sekolah tersebut, tetapi karena kemudahan rejeki anak kami semua bisa diatasi.

Bagaimana selanjutnya, bagaimana suatu saat nanti……………..

Kalau melihat pengalaman di atas, mudah mudahan rejeki anak kami ini akan mudah dan selalu dapat diatasi, insya allah.

anak pertama


Anak Pertamaku laki-laki , dilahirkan pada jam 02.00 tanggal 04 april 1993 di RS Muhamadiyah Surabaya. Bayi laki laki dengan berat 3,8 kg terlihat gemuk dan montok dibandingkan bayi yang lainnya walaupun dilahirkan dari seorang ibu yang mungil. Kelahiran bayi ini adalah karunia yang sangat tinggi yang kami dapatkan, karena kelahiran bayi laki laki adalah keinginan utama dari seorang bapak yang menginginkan seorang anak. Karena banyak orang yang menginginkan anakpun tidak dapat langsung terkabulkan apalagi keinginan untuk mendapatkan anak laki-laki.

Dibalik itu kelahiran anak kami adalah pada saat perkawinan kami masih berumur setahun, kamipun masih belum punya apa apa. Sang istri masih perlu biaya untuk menyelesaikan kuliah, dan kamipun masih numpang di rumah mertua. Tentu saja kehidupan kami tidak pernah nyaman, apalagi mertua kurang cocok dengan sang mantu.

Akhirnya pada saat si bayi berusia 6 bulan dengan terpaksa kami meninggalkan rumah mertua untuk memulai hidup di rumah kontrakan.

Tidak sampai 1 bulan sayapun menjadi salah satu dari beberapa orang untuk mengawaki salah satu kapal perang eks jerman timur. Kurang lebih 5 bulan kami tinggalkan keluarga . Pada saat kembali anak kami sudah berumur 11 bulan, ketika saya minta untuk digendong si bayi itu menangis karena sang ayah masih asing di matanya. Sayapun menyadari akan hal itu, dan lambat laun si bayi pun mengerti bahwa saya ini adalah ayahnya. Mungkin dalam hatinya siapa sih kok tiap malam tidur sama mama? Oh ternyata ini ayahku toh……………………

Pada usia 4 tahun sang anak, kamipun pindahkan ke depok tepatnya di kampung kukusan beji depok belakang universitas Indonesia.disanapun si anak kami masukan TK.

Sekarang anak pertama kami ini sudah cukup besar umur 15 tahun pada tanggal 4 april 2008, sekolah di SMPN 2 Bekasi. eh sekarang udah kelas 1 atau kelas X di SMA Negeri 13 Jakarta Utara, waduh jauh juga dari rumah kurang lebih 40 km......bangun pagi sekali.

40 tahunku

1967 dimulai kehidupanku sebagai anak manusia di daerah Bandung Selatan. Belum ada hal-hal yang bisa dapat saya ingat sampai dengan usia sekitar 5 tahun. Karena Ayahku seorang Army maka tempat tinggalpun berpindah ke daerah Depok, beliau bertugas di YON ZIPUR 7. di depok kami tinggal di rumah kontrakan orang betawi.

1974 saat berusia 7 tahun, kamipun pindah ke asrama Zipur 7 sekaligus dimulainya saya bersekolah di SDN Srengseng Sawah pagi-II Jakarta Selatan. Teman semasa di itu banyak yang lupa karena masih kecil sih, kecuali teman/tanak tetangga namanya Asep Komara (Acep).

1976 Yon Zipur 7 dilikuidasi sehingga kamipun berpindah kembali ke Bandung dan tentunya ayahpun bertugas di kesatuan yang ada di Bandung. kami bersekolah mulanya pindah ke SDN di daerah Kulalet, tapi karena terlalu jauh dari tempat tinggal akhirnya pindah ke SD Inpres Leuwi Bandung dekat Stasiun KA Dayeuhkolot. Di sekolah ini saya diterima di kelas 3 yang ternyata adalah angkatan pertama, jadi belum ada kakak kelas. Teman yang masih saya ingat nama-namanya : Darmuji, Siti Julaiha, Julaiha Ratna Santun (Nina), Neti Candrawati, Yuyun, Asep Memen, Oom, Bambang, Yudi, Arman Mufti, Tri Edy subagyo, siapa lagi ya……

1980 Saya diterima di SMPN Baleendah, namun sekolah itu masih Filial dari SMPN 11 Bandung. Jadi termasuk sekolah yang baru didirikan, baru ada kakak kelas 2 untuk angkatan pertama dan kami adalah angkatan ke-2. pertama masuk SMP di Ruang I-E naik kelas di ruang II-E dan akhirnya di Ruang III-E, jadi sejak kelas 1 s/d kelas 3 saya tetap di ruang E, sedangkan teman yang lain selalu berpindah ruangan.Teman semasa SMPN Siapa aja ya : Yudi sedha prasidha, alm Mamad Muhammad, Dicky abdul sidik, blank…………lupa euy……………………

1983 Setelah lulus SMP keinginan untuk melanjutkan ke STM, terkendala karena kebanyakan jauh dari tempat tinggal. Akhirnya kamipun memilih sekolah di SMPPN 37 Baleendah, namanya SMPP (sekolah menengah pembangunan persiapan) Cuma nama, tetapi kurikulum yang digunakan sama dengan kurikulum SMA, akhirnya nama sekolah kamipun berubah menjadi SMAN Baleendah (SMAN 1 Baleendah). Pertama masuk di kelas I-1 dan semester berikutnya saya berada di kelas I IPA-1. Karena Saya kebetulan masuk Jurusan IPA. Adik kelas sudah berubah kurikulum dengan istilah A1 A2 A3 dan seterusnya (sekarang kembali lagi dgn jurusan IPA dan IPS). Pada masa masa SMA ternyata adalah masa masa yang menyenangkan. Bahkan saya menginginkan masa SMA bisa berlangsung lebih lama, tetapi yah sama saja setahun itu 365 hari, Jadi kalau 3 tahun dikalikan aja. Teman masa SMA : Dadang setiawan, Ahmad Sugandi, Momon Sujana, Ine Yuliana, Tita Cintaningrum, Tati gustini, R.linda Rahayu, Nawang Wini, sarika Budiyana ………and anothers, forgotten…………………………hubungi saya dong.

1986 selesai SMA keluarga saya tidak mampu untuk membiayai Kuliah, yah saya masih punya adik yang bersekolah. Sementara menganggur dulu, sekali kali kerja di Gunung Agung sebagai tenaga Volunter. Hanya sebulan saya kerja, karena kinerja kerja saya tidak bagus saya tidak bisa diangkat jadi pegawai. Sambil nganggur saya ikut membantu pembangunan masjid di kampung saya, lumayanlah yang penting dapat makan siang dan sedikit uang buat jajan. Dan begitu pembangunan terhenti, Nganggur lagi deh sampai…………….

1987 daftar Sergeant Navy di Jl.Ariajipang Bandung. Sekitar Bulan mei daftar, dan bulan juni-juli seleksi . Sampai akhirnya dari ratusan yang mengikuti seleksi, hanya sekitar 40 orang yang bergabung dengan peserta di Jakarta untuk selanjutnya diberangkatkan ke Malang untuk seleksi terakhir. Walaupun ayah saya seorang Army tapi keder juga karena kami akan mengalami hal hal yang berat sebagai seorang Soldier. Saat pengumuman dinyatakan diterima sebagai Calon Navy. Ada terbesit keiinginan untuk mengundurkan diri tetapi ancaman lain kalau mengundurkan diri adalah mengganti biaya selama seleksi tentu akan sangat memberatkan orang tua. Akhirnya kamipun dikirim ke kawah Candradimuka Bumimoro Surabaya, padahal seumur umur saya tidak pernah jauh bepergian, tapi saat itu termasuk yang terjauh pertama kali saya alami, jauh dari orang tua. 3 bulan pertama pembentukan kami jalani dengan lancar. Dan selanjutnya kejuruan PHB eh Komunikasi selama 9 bulan pun dapat kami selesaikan. Selanjutnya sayapun dilantik menjadi Navy berpangkat sergeant.

1988 pertama kali setelah dilantik kami ditempatkan di Surabaya, dan tugas pertama adalah mengikuti latihan armada jaya di Kendari. Pertama kali berlayar menggunakan NAVAL ships, wow tidur diatas geladak kapal, mandi bareng di buritan kapal itupun tunggu pengumuman, air mengalir selama 5 menit………..werrrr mandi bareng di tengah lautan.

1989 tugas di Naval ships pertama Malahayati, karena masih dalam HAR maka belum ada pelayaran dengan Ships ini. Sayapun mendapat perintah Ke Bogor Selama 6 bulan dari bulan Okt 89 s/d Apr 90 untuk mengikuti kursus di sana.

1990 tugas di Naval ships selanjutnya Teluk Banten, super sibuk, selalu menjadi Markas, tempat pejabat bahkan pemimpin Nasional saat itupun pernah ada disini. Banyak sekali tugas yang diemban untuk menjaga wil perairan. Dan yang paling berkesan adalah saat mengikuti pelayaran guna mengusir Kapal Lusitania Expresso…………. Kegiatan ini banyak diliput media, dan ini termasuk prestasi Ina Navy saat itu.

1991 adalah pertama kali kenal dengan mamanya anak-anak di rumahnya di daerah Wonokusumo, yah tidak jauh dari tempat kami bertugas.

1992 akhirnya kamipun menikah dengan sederhana….., yang penting orang tua merestui.

1993 anak pertama lahir, laki-laki dengan berat 3,8 kg. termasuk besar untuk ukuran istri saya yang tubuhnya termasuk mungil. Dan setelah bayi lahir kami sedikit bermasalah dengan mertua, sehingga dengan terpaksa kamipun harus pindah mencari tempat kontrakan. Setelah mencari tempat kontrakan kesana kemari akhirnya kami mendapatkan kontrakan yang tidak jauh dari rumah mertua. Saat anak pertama berumur 6 bulan saya mendapat tugas mengawaki Naval ships Teluk Sibolga dari Jerman. Lumayanlah dapat pengalaman ke luar negeri dan dilanjutkan pelayaran melintasi Eropa, mesir dan kembali ke Surabaya.

1994 kami tiba di Surabaya, anak saya sudah berumur 11 bulan. Sambutan keluarga kami harapkan tetapi anak saya masih takut dan asing melihat saya. Begitu mau saya gendong dia takut dan menagis. Saya berpikir anak saya sudah bisa jalan, ternyata saya lihat anak sudah bisa jalan. Ternyata itu bisa jalan yang pertama kali. Anak saya lancar jalannya dengan mendorong dorong kursi plastic kecil, sampai sekarang kursi bersejarah itu masih ada. Di tahun ini juga pertama kali saya baru bisa punya kendaran roda dua.

1996 dengan dukungan pemilik rumah kontrakan akhirnya saya beranikan diri untuk membangun rumah di lokasi/tanah milik mertua (di belakang rumah mertua). Rumah yang kami bangun berukuran 5 x 12 bentuknya memanjang kaya kereta.banyak sekali biaya yang tak terduga, motor kamipun kami jual untuk menambah biaya pembangunan. Tetapi pada tahun itupun tugas saya pindah ke tanjung priuk Jakarta. Jadi setiap 2 minggu sekali saya kembali ke Surabaya untuk menemui anak dan istri.

1997 saya nekat membawa anak dan istri ke Jakarta dan mengontrak rumah satu petak di depok, tepatnya di belakang UI. Disinilah apesnya saya istri saya bawa ke Jakarta Kapal saya malah ke Surabaya selama setahun untuk perbaikan. Akhirnya tetep aja setiap 2 minggu pulang ke Jakarta untuk menemui anak istri……………..kasian.

2000 penugasan di staf, setelah 11 tahun di laut.

2001 anak kedua lahir, perempuan.

2009 Maret, karena anak pertama kami diterima di SMAN 13 jakarta Utara dan masuk sekolah mulai jam 06.30 kami yang tinggal di Bekasi kerepotan. Selain harus bangun sangat pagi, biar anak tidak terlambat sekolah pengeluaran biaya transportasi jadi membengkak, Kamipun akhirnya pindah ke Jakarta

itulah koronologis kehidupanku sejak 1967 s/d 2009 atau 42 tahun berjalan, memang tidak ada perubahan atau kesuksesan yang berarti tapi setidaknya saya mau menulis aja disini

Senin, 21 Juli 2008

Sekolah jakarta

Penerimaan siswa baru SMA tahun 2008-2009 diikuti pula oleh anak kami yang baru saja lulus dari SMPN 2 Bekasi. Kemanakah sekolah yang dipilih, karena penerimaan Siswa baru di Bekasi antara Kota dan Kabupaten tidak bersamaan kami pun mendaftarkan di SMAN 9 Bekasi dan SMAN 1 Tambun Selatan. Kedua sekolah tersebut menerima murid baru melalui seleksi test yang berlangsung tanggal 2 juli dan 5 juli 2008. DKI jakarta juga memberikan kesempatan penerimaan siswa dari luar DKI dengan kuota 5 % di tiap sekolah dan seleksi berdasarkan NUN (Nilai Ujian Nasional) atau yang kita kenal dengan NEM (Nilai Ebtanas Murni). Anak saya didaftarkan karena memiliki NUN dengan jumlah 35,30 (8,825 rata-rata) dengan pilihan sekolah SMAN 68, 21, 54,13 dan 72. Melalui internet mulai tanggal 4 juli posisi penerimaan sementara dapat dilihat langsung di Sman 21 dan pada akhirnya anak saya diterima di Sman 13 Jakarta Utara. Bagaimana dengan Bekasi? oh... pengumunan baru dilaksanakan pada tanggal 10 Juli 2008, Sman 1 Tambun Dan SMAN 9 Bekasi, nama anak saya juga tercantum / diterima di sekolah tersebut.
yach......... bingung deh, ternyata karena khawatir tidak diterima di Sekolah Negeri sehingga didaftarkan di tiga sekolah dan diterima semuanya. pilih yang mana.
Setelah melalui perundingan antara orang tua dan sang anak, akhirnya kamipun memilih sekolah di SMAN 13 Jakarta Utara. Dan konsekuensinya sang anak harus ikut bangun pagi sekitar jam 04.00 dan sekitar jam 05.00 ikut naik motor dengan sang ayah menuju stasiun KA Bekasi. Jam 05.35 Naik KRL dan turun di Stasiun Jatinegara kemudian naik Bis Jurusan Cilitan - Tg.Priuk (43). Capek Juga sih katanya.
Yang paling bingung adalah saat MOS, anak saya harus tiba di sekolah jam 05.00 bagaimana? yach bangun jam 03.00 dan berangkat 04.00 dibonceng sepeda motor ke sekolahnya, lumayanlah 3 hari bangun sangat pagi.
Sementara ini dengan jarak dari rumah ke sekolah paling jauh, anak saya belum pernah terlambat masuk kelas, yang terpenting jangan sampai KRL nya macet/mogok.
ini sekarang sudah berubah, karena sejak tgl 15 maret 2009 kami sudah pindah ke Jakarta.
bangun jam 05.00 dan berangkat ke sekolah jam 06.00 pun masih nggak terlambat