THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Minggu, 28 September 2008

dua nama satu jiwa

Saya adalah anak ke lima dari delapan bersaudara dari seorang ayah yang bekerja di Syahbandar Surabaya/KPLP.Nama saya Farida (sesuai akte) terlahir tanggal 16 Des 1967, Sejak kecil sering sakit sakitan akhirnya nama saya diganti menjadi Fatimah. Dan panggilan sehari hari di rumah adalah Fatimah. Sejak TK s/d SD saya menggunakan nama tersebut, namun begitu akan lulus SD nama harus sesuai dengan akte lahir untuk penulisan di Ijazah SD, digunakan lagi nama Farida untuk selanjutnya s/d kuliah di Universitas Muhamadiyah Surabaya.
Teman sekampung dan juga teman SD akan memanggil saya dengan nama Fatimah, tetapi teman SMP, SMA dan Universitas memanggilku Farida. Nah, suatu saat teman dari SMP/SMA/Univ yang datang ke kampungku mencari Farida, tetapi bagi warga kampung tidak mengenal yang namanya Farida, akhirnya temanku itu pulang. Esoknya ia menegur saya, dan saya jelaskan namanya kalau di kampung adalah Fatimah.
Sewaktu masih kecil TK s/d SD Kami tinggal di Petemon Kali Gang - II Surabaya, Tahun 1979 Kamipun pindah ke Daerah Wonosari/Wonokusumo dan akhirnya setelah Ayahku bisa membeli tanah dan membangun rumah kami pun pindah ke Rumah baru di Daerah MrutuKalianyar Gang-III.
Kehidupan masa kecil saya cukup disiplin, karena semua anggota keluarga tidak boleh ada yang berpangku tangan, karena ibuku mempunyai warung kecil, kamipun selain harus membantu kegiatan di rumah kamipun harus membantu menjual makanan/es lilin dengan keliling kampung.
Semasa SMA adalah masa yang paling indah, saat itu ada cowok idaman yang menjadi kekasih atau cinta pertama saya yang bernama Adi Siswanto, ia pun tinggal tidak jauh dari tempat tinggal kami. Namun karena dia berasal dari keluarga yang broken home, dimana Ayahnya sudah pergi meninggalkan keluarganya. Bapakku tidak pernah merestui hubungan kami. Dan akhirnya kamipun berpisah baik baik dan entah dimana ia berada sekarang, walau sampai saat ini bayangan kisahku dengan dia masih berbekas dihati.
Karena saya orangnya termasuk supel dan menyenangkan (katanya),banyak juga sih cowok yang naksir saya tapi tidak semudah itu saya dapat melupakan kekasih atau cinta pertama saya. Karena sayapun harus bisa memikirkan masa depan paling tidak kalau saya bisa kuliah dan setelah menjadi sarjana saya harus bisa kerja agar kehidupan kami menjadi lebih baik dari pada suatu keluarga yang hanya ditopang oleh penghasilan sang suami.
Setelah Lulus SMA sayapun melanjutkan kuliah di Universitas Muhamadiyah Surabaya, Karena Kuliahnya Sore s/d Malam hari, maka setelah memasuki semester Tiga saya memberanikan diri mencari pekerjaan untuk menjadi guru di sekolah swasta. Sekedar mencari pengalaman, paling tidak setelah selesai kuliah saya bisa lebih mudah untuk menjadi guru.
Cowok.... ada sih, tapi saat kuliah belum punya pikiran untuk pacaran serius atau menikah. jadi sekedar berteman saja, walaupun kedua orangtuaku selalu memaksa untuk emndapatkan jodoh, karena adik perempuanku kebetulan sudah punya cowok.
Lingkungan tempat tinggal kami kebetulan dekat dengan basis AL/koarmatim dan juga kakak ipar anggota AL. Saya sendiri tidak pernah berminat berpacaran apalagi menikah dengan anggota AL karena punya pengalaman nggak enak sewaktu masih SMA Hangtuah, waktu itu sebagai anggota Marching band dan pelatihnya anggota AL yang galak galak dan suka menghukum.
Tapi ternyata karena memang lokasi tempat tinggal disana mengakibatkan banyak cowok dari AL- lah/kan/dong yang sering mencoba untuk mendekati saya, bahkan ada yang langsung mengajakku berumah tangga.....hebat ya.
Apalagi kakak ipar sering membawa teman ke rumahnya, sehingga yang bujangan selalu menemuiku untuk ngajak makan bakso atau rujak ....rujak......rujak.....
Tapi biarpun mereka berkorban sampai babak belur untuk mendapatkan saya, sampai kuliah pun di antar/jemput belum ada satupun yang bisa menjadi pacar saya.
hingga suatu ketika ada seorang anggota kapal yang bernama sudiro datang ke rumah karena diajak oleh pacar adik saya (anggota AL juga).akhirnya kita pun berkenalan, dan sering pula ia datang ke rumah....apel gitu.
Tapi....ia ternyata bukan jodoh sebab ia sudah punya pacar yang sebentar lagi mereka akan menikah....sudiropun sering curhat sama saya bahwa ia tidak mencintai calon istrinya, kalaupun menikah karena terpaksa.
Sayapun coba membantunya untuk menghilangkan atau memisahkan mereka, tapi caranya dengan mendatangi orang pintar/dukun lah... ke pulau madura, tidak berhasil. akhirnya sudiropun menikah. aku sakit hati.....mungkin, Tapi Sudirotidak begitu saja melupakan saya, walau sudah menikah ia masih sembunyi sembunyi dari istrinya untuk menemuiku. bahkan sering juga ia memberi uang sekedar untuk membantu biaya kuliah.
tahu suaminya sering menemuiku , istrinya marah marah... bahkan apabila ada anak yang bernama sama dengan saya >>>Fatimah>>> istrinya sudiro tanpa sebab marah sama anak itu. Setelah Sudiro menikah ada teman kerjanya yang bernama Kurniawan yang dulunya sering ikut apel , akhirnya sering datang ke rumah mencoba menggantikan posisi Sudiro.
saya masih belum memberikan reaksi atau mengerti terhadap seringnya ia datang ke rumah dan hanya menganggap teman, namun ternyata tiba tiba ia pindah kerja ke luar Jawa dan sangat jauh diujung pulau.
hingga suatu malam sepulangnya dari kuliah (jam 22.00) saya dikenalkan dengan seorang pria yang akhirnya sekarang menjadi suami saya. pertama kali kenal tidaka ada kesan sama sekali, apalagi dia bukan tipe pria idaman.
ternyata ia sudah datang kerumah sejak pukul 19.00, karena saya belum datang iapun mengobrol dengan bapak. Tapi hebatnya ini orang dalah berani ngobrol dengan bapak, padahal orang lain semua takut kalau ketemu dengan bapak saya, kelihatannya galak dan sulit untuk diajak kompromi.
Ternyata sebelum saya kenal dengan cowok cowok diatas, sang tamu ini sudah pernah mau ke rumah saya (adik ipar saya juga yang ngajak) tapi karena keburu pindah tugas, dan orang yang menggantikan posisinya si sudiro ini, akhirnya sudiro lah yang kenal dengan saya duluan.
Saya juga belum memutuskan siapa sih calon pendamping hidup saya, padahal orang tua terus memaksa untuk segera menikah.
Di tempat kuliah sayapun mempunya teman cowok yang akrab bernama Andika, juga ada teman cowok yang bernama sukiman ia juga anggota AL . Kalau andika tidak berani ngungkapkan hatinya karena masih kuliah dan belum tahu akan masa depannya, sedangkan Sukiman masih belum jelas karena ia tidak tegas untuk menikah dengan saya dan menunggu selesai kuliah....kelamaan tau...... Akhirnya Saya pilih Si Tamu terakhir ini jadi Suami saya, karena Jelas dan tegas untuk jadian dengan saya.
namun sebelum menikah Suami saya sering bingung dengan nama saya, karena ia kenal nama saya adalah farida, tetapi kok keluarga selalu memanggil dengan nama mbak Fat.......... saya ulangi mbak far....nggak cocok jadi jelas yang didengar mbak fat. suamipun sering bertanya siapa nama saya sebenernya Farida atawa fatimah. nah kalau fatimah apa hubungannya dengan Sudiro yang ternyata juga masih teman suami saya. sayapun masih mengambang memberi jawaban sama suami saya......suatu saat nanti ia akan tahu sendiri.
Dan kini sebagai buktinya 2 orang anak cowok yang berumur 15 tahun dan yang cewek berumur 8 tahun.

0 komentar: