THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Rabu, 23 Juli 2008

Jumat, 2008 Februari 01

banjir jakarta 2008

Setelah hujan semalaman Jakarta pada tanggal 1 feb 2008 kembali dilanda banjir.

Jalan bungur - garuda - kemayoran - jiung - galur - cempaka mas - itc - yos sudarso - tol cempaka putih - tol pondok gede.

Pada jam 12.15 wib saya keluar dari kantor tempat saya bekerja, namun semua halaman kantor sudah tergenang air sedalam lutut. keadaan masih hujan gerimis, saya mengeluarkan motor dari tempat parkir dan ternyata air di pintu gerbang cukup dalam, motor saya gas dengan pada gigi satu dan sampailah saya di jalan raya yang tidak tergenang air. dari bangur saya bergerak melewati jalan garuda terus melewati kemayoran. Di jalan bekas landasan udara ini air menggenang sekitar 10 - 20 cm, rencananya saya akan melalui jalan sumur batu ternyata saya dihadang karena sumur batupun sudah tenggelam akhirnya saya belok kanan ke arah jiung.

Hujan masih turun cukup deras, pada spidometer bensin tertera tinggal 2 garis. saya terus bergerak ke arah galur dan cempaka putih sambil mencari penjual bensin, karena masih hujan kios bensin eceran tidak ada penjualnya. untunglah pom bensin Shell tidak banjir. Setelah isi bensin full tank, saya bergerak lagi ke cempaka putih. ternyata kemacetan parah di depan ITC Cempaka mas. Saya akhirnya menerobos banjir di jalur lambat untuk masuk ke areal ITC, dari sanpun saya tidak bisa bergerak ke jalan raya berkat gerobak dengan ongkos Rp.10.000 saya masuk jalan Yos Sudarso depan AHM. saat itu jam tangan sudah menunjukkan pukul 14.30 macet total, sambil bergerak sedikit sedikit menuju putaran balik saya hubngi istri saya untuk pulang bersama. Akhirnya istri saya pun bisa beregabung di puran balik dan secara perlahan merayap motor saya arahkan ke jembatan layang, saya lihat arah pulau gadung bisa dilewati sayapun berbelok ke kiri oh.... katanya arah pulau gadung tidak bisa dilewati. saya belok kanan melalui jalur busway menuju perempatan Cempaka putih. Selanjutnya belok kiri ke rah Jatinegara, pelan dan merayap sambil jalan di tepi pembatas jalur busway arah jatinegara. kemana lagi jalu yang harus saya tempuh supaya bisa sampai di bekasi? Jalan Tol? akhirnya setelah mendekati pintu tol cempaka putih, sepedamotor kamipun diangkut gerobak dengan ongkos Rp.15.00 menuju pintu tol.memang melanggar, tetapi jalur tol yang berada di ats tentunya tidaklah banjir. kamipun bergerak ke arah selatan, banyak juga motor lain. serta selalu berada di bahu jalan, namun begitu ada pintu keluar ada papan bertuliskan Motor keluar jalur ini. tetapi saya terus bergerak ke selatan. kendaraan lain/mobil bergerak padat disebelah kanan, tetapi kami tetap meluncur dengan lancar di bahu jalan. akhirnya sampailah kami di pintu keluar pondok gede................ bebaslah saya dari kemacetan yang parah dan sangat melelahkan.


Rabu, 2007 Desember 19

anak kedua

Anak kedua perempuan dilahirkan pada jam 13.00 wib tanggal 27 maret 2001 di RS dr Mintoharjo jl Benhil Jakarta. Bayi perempuan mungil dengan berat 3,4 kg. sedikit yang tidak dapat saya mengerti adalah segala sesuatu tentang keuangan untuk kepentingan si kecil ini selalu dapat diatasi. Ketika baru lahir kami dapat membelikan kereta dorong. Walau harganya murah tetapi lumayanlah bisa untuk mengajaknya jalan jalan di sekitar tempat kami tinggal. Menginjak umur 9 bulan sepeda kecil roda tigapun kami belikan, walau belum bisa menggunakannya, tapi sebagai pengganti kereta dorong untuk mengajak jalan jalan juga. Pada umur 2 tahun kami belikan sepeda roda 2, walau masih menggunakan roda tambahan 2 bh tapi cukup buat penyemangat si anak agar mau makan sambil jalan jalan. Begitupun pada usia 5 tahun ingin sepedanya diganti dengan yang lebih besar entah darimana kamipun bisa membelikannya.

Itu adalah kemudahan memiliki benda yang tak kalah penting adalah susu. Sejak dilahirkan, anak kami tidak bisa menikmati asi dari sang ibu, tetapi susu kalenglah sebagai pengganti buat si bayi dengan susu vitalac 1 dan vitalac 2 (0-12 bln) dan susu bendera 123 (1-3 th) serta susu bendera 456 (4-6 thn) Karena kemampuan kami setiap bulan untuk membeli susu terbatas kami hanya bisa membeli 1-3 kaleng atau 1-3 kotak susu. Padahal kebutuhan susu si bayi tentunya setiap bulan lebih dari 5 kaleng/kotak.

Sebelum berangkat kerja kita sudah tahu bahwa susu si bayi sudah tinggal sedikit, bahkan ketika kita sudah berada di tempat kerja pun pengasuh bayi menelpon kami bahwa susu sudah mau habis. Istripun mengingatkan saya, karena masing masing tidak punya uang untuk beli susu. Tapi keajaiban terhadap si anak selalu saja ada, entah darimana kamipun dapat uang untuk membelikan susu, tentunya sepulang kerja kami mampir membeli susu. Begitu sampai saat ini, susu berganti merk pun kami tetap dapat memenuhinya.

Tahun 2005 – 2007 anak saya sekolah di TK Pertiwi yang terletak di Perum Dukuh Zamrud Bekasi, saat ini anak kami sudah menginjak kelas 2 di SD Negeri Pedurenan VI Dukuh Zamrud Bekasi. Bagaimana dengan biaya sekolah diatas, alhamdulillah semua bisa diatasi. Memang kami tidak bisa membayar lunas langsung untuk biaya sekolah tersebut, tetapi karena kemudahan rejeki anak kami semua bisa diatasi.

Bagaimana selanjutnya, bagaimana suatu saat nanti……………..

Kalau melihat pengalaman di atas, mudah mudahan rejeki anak kami ini akan mudah dan selalu dapat diatasi, insya allah.

anak pertama


Anak Pertamaku laki-laki , dilahirkan pada jam 02.00 tanggal 04 april 1993 di RS Muhamadiyah Surabaya. Bayi laki laki dengan berat 3,8 kg terlihat gemuk dan montok dibandingkan bayi yang lainnya walaupun dilahirkan dari seorang ibu yang mungil. Kelahiran bayi ini adalah karunia yang sangat tinggi yang kami dapatkan, karena kelahiran bayi laki laki adalah keinginan utama dari seorang bapak yang menginginkan seorang anak. Karena banyak orang yang menginginkan anakpun tidak dapat langsung terkabulkan apalagi keinginan untuk mendapatkan anak laki-laki.

Dibalik itu kelahiran anak kami adalah pada saat perkawinan kami masih berumur setahun, kamipun masih belum punya apa apa. Sang istri masih perlu biaya untuk menyelesaikan kuliah, dan kamipun masih numpang di rumah mertua. Tentu saja kehidupan kami tidak pernah nyaman, apalagi mertua kurang cocok dengan sang mantu.

Akhirnya pada saat si bayi berusia 6 bulan dengan terpaksa kami meninggalkan rumah mertua untuk memulai hidup di rumah kontrakan.

Tidak sampai 1 bulan sayapun menjadi salah satu dari beberapa orang untuk mengawaki salah satu kapal perang eks jerman timur. Kurang lebih 5 bulan kami tinggalkan keluarga . Pada saat kembali anak kami sudah berumur 11 bulan, ketika saya minta untuk digendong si bayi itu menangis karena sang ayah masih asing di matanya. Sayapun menyadari akan hal itu, dan lambat laun si bayi pun mengerti bahwa saya ini adalah ayahnya. Mungkin dalam hatinya siapa sih kok tiap malam tidur sama mama? Oh ternyata ini ayahku toh……………………

Pada usia 4 tahun sang anak, kamipun pindahkan ke depok tepatnya di kampung kukusan beji depok belakang universitas Indonesia.disanapun si anak kami masukan TK.

Sekarang anak pertama kami ini sudah cukup besar umur 15 tahun pada tanggal 4 april 2008, sekolah di SMPN 2 Bekasi. eh sekarang udah kelas 1 atau kelas X di SMA Negeri 13 Jakarta Utara, waduh jauh juga dari rumah kurang lebih 40 km......bangun pagi sekali.

40 tahunku

1967 dimulai kehidupanku sebagai anak manusia di daerah Bandung Selatan. Belum ada hal-hal yang bisa dapat saya ingat sampai dengan usia sekitar 5 tahun. Karena Ayahku seorang Army maka tempat tinggalpun berpindah ke daerah Depok, beliau bertugas di YON ZIPUR 7. di depok kami tinggal di rumah kontrakan orang betawi.

1974 saat berusia 7 tahun, kamipun pindah ke asrama Zipur 7 sekaligus dimulainya saya bersekolah di SDN Srengseng Sawah pagi-II Jakarta Selatan. Teman semasa di itu banyak yang lupa karena masih kecil sih, kecuali teman/tanak tetangga namanya Asep Komara (Acep).

1976 Yon Zipur 7 dilikuidasi sehingga kamipun berpindah kembali ke Bandung dan tentunya ayahpun bertugas di kesatuan yang ada di Bandung. kami bersekolah mulanya pindah ke SDN di daerah Kulalet, tapi karena terlalu jauh dari tempat tinggal akhirnya pindah ke SD Inpres Leuwi Bandung dekat Stasiun KA Dayeuhkolot. Di sekolah ini saya diterima di kelas 3 yang ternyata adalah angkatan pertama, jadi belum ada kakak kelas. Teman yang masih saya ingat nama-namanya : Darmuji, Siti Julaiha, Julaiha Ratna Santun (Nina), Neti Candrawati, Yuyun, Asep Memen, Oom, Bambang, Yudi, Arman Mufti, Tri Edy subagyo, siapa lagi ya……

1980 Saya diterima di SMPN Baleendah, namun sekolah itu masih Filial dari SMPN 11 Bandung. Jadi termasuk sekolah yang baru didirikan, baru ada kakak kelas 2 untuk angkatan pertama dan kami adalah angkatan ke-2. pertama masuk SMP di Ruang I-E naik kelas di ruang II-E dan akhirnya di Ruang III-E, jadi sejak kelas 1 s/d kelas 3 saya tetap di ruang E, sedangkan teman yang lain selalu berpindah ruangan.Teman semasa SMPN Siapa aja ya : Yudi sedha prasidha, alm Mamad Muhammad, Dicky abdul sidik, blank…………lupa euy……………………

1983 Setelah lulus SMP keinginan untuk melanjutkan ke STM, terkendala karena kebanyakan jauh dari tempat tinggal. Akhirnya kamipun memilih sekolah di SMPPN 37 Baleendah, namanya SMPP (sekolah menengah pembangunan persiapan) Cuma nama, tetapi kurikulum yang digunakan sama dengan kurikulum SMA, akhirnya nama sekolah kamipun berubah menjadi SMAN Baleendah (SMAN 1 Baleendah). Pertama masuk di kelas I-1 dan semester berikutnya saya berada di kelas I IPA-1. Karena Saya kebetulan masuk Jurusan IPA. Adik kelas sudah berubah kurikulum dengan istilah A1 A2 A3 dan seterusnya (sekarang kembali lagi dgn jurusan IPA dan IPS). Pada masa masa SMA ternyata adalah masa masa yang menyenangkan. Bahkan saya menginginkan masa SMA bisa berlangsung lebih lama, tetapi yah sama saja setahun itu 365 hari, Jadi kalau 3 tahun dikalikan aja. Teman masa SMA : Dadang setiawan, Ahmad Sugandi, Momon Sujana, Ine Yuliana, Tita Cintaningrum, Tati gustini, R.linda Rahayu, Nawang Wini, sarika Budiyana ………and anothers, forgotten…………………………hubungi saya dong.

1986 selesai SMA keluarga saya tidak mampu untuk membiayai Kuliah, yah saya masih punya adik yang bersekolah. Sementara menganggur dulu, sekali kali kerja di Gunung Agung sebagai tenaga Volunter. Hanya sebulan saya kerja, karena kinerja kerja saya tidak bagus saya tidak bisa diangkat jadi pegawai. Sambil nganggur saya ikut membantu pembangunan masjid di kampung saya, lumayanlah yang penting dapat makan siang dan sedikit uang buat jajan. Dan begitu pembangunan terhenti, Nganggur lagi deh sampai…………….

1987 daftar Sergeant Navy di Jl.Ariajipang Bandung. Sekitar Bulan mei daftar, dan bulan juni-juli seleksi . Sampai akhirnya dari ratusan yang mengikuti seleksi, hanya sekitar 40 orang yang bergabung dengan peserta di Jakarta untuk selanjutnya diberangkatkan ke Malang untuk seleksi terakhir. Walaupun ayah saya seorang Army tapi keder juga karena kami akan mengalami hal hal yang berat sebagai seorang Soldier. Saat pengumuman dinyatakan diterima sebagai Calon Navy. Ada terbesit keiinginan untuk mengundurkan diri tetapi ancaman lain kalau mengundurkan diri adalah mengganti biaya selama seleksi tentu akan sangat memberatkan orang tua. Akhirnya kamipun dikirim ke kawah Candradimuka Bumimoro Surabaya, padahal seumur umur saya tidak pernah jauh bepergian, tapi saat itu termasuk yang terjauh pertama kali saya alami, jauh dari orang tua. 3 bulan pertama pembentukan kami jalani dengan lancar. Dan selanjutnya kejuruan PHB eh Komunikasi selama 9 bulan pun dapat kami selesaikan. Selanjutnya sayapun dilantik menjadi Navy berpangkat sergeant.

1988 pertama kali setelah dilantik kami ditempatkan di Surabaya, dan tugas pertama adalah mengikuti latihan armada jaya di Kendari. Pertama kali berlayar menggunakan NAVAL ships, wow tidur diatas geladak kapal, mandi bareng di buritan kapal itupun tunggu pengumuman, air mengalir selama 5 menit………..werrrr mandi bareng di tengah lautan.

1989 tugas di Naval ships pertama Malahayati, karena masih dalam HAR maka belum ada pelayaran dengan Ships ini. Sayapun mendapat perintah Ke Bogor Selama 6 bulan dari bulan Okt 89 s/d Apr 90 untuk mengikuti kursus di sana.

1990 tugas di Naval ships selanjutnya Teluk Banten, super sibuk, selalu menjadi Markas, tempat pejabat bahkan pemimpin Nasional saat itupun pernah ada disini. Banyak sekali tugas yang diemban untuk menjaga wil perairan. Dan yang paling berkesan adalah saat mengikuti pelayaran guna mengusir Kapal Lusitania Expresso…………. Kegiatan ini banyak diliput media, dan ini termasuk prestasi Ina Navy saat itu.

1991 adalah pertama kali kenal dengan mamanya anak-anak di rumahnya di daerah Wonokusumo, yah tidak jauh dari tempat kami bertugas.

1992 akhirnya kamipun menikah dengan sederhana….., yang penting orang tua merestui.

1993 anak pertama lahir, laki-laki dengan berat 3,8 kg. termasuk besar untuk ukuran istri saya yang tubuhnya termasuk mungil. Dan setelah bayi lahir kami sedikit bermasalah dengan mertua, sehingga dengan terpaksa kamipun harus pindah mencari tempat kontrakan. Setelah mencari tempat kontrakan kesana kemari akhirnya kami mendapatkan kontrakan yang tidak jauh dari rumah mertua. Saat anak pertama berumur 6 bulan saya mendapat tugas mengawaki Naval ships Teluk Sibolga dari Jerman. Lumayanlah dapat pengalaman ke luar negeri dan dilanjutkan pelayaran melintasi Eropa, mesir dan kembali ke Surabaya.

1994 kami tiba di Surabaya, anak saya sudah berumur 11 bulan. Sambutan keluarga kami harapkan tetapi anak saya masih takut dan asing melihat saya. Begitu mau saya gendong dia takut dan menagis. Saya berpikir anak saya sudah bisa jalan, ternyata saya lihat anak sudah bisa jalan. Ternyata itu bisa jalan yang pertama kali. Anak saya lancar jalannya dengan mendorong dorong kursi plastic kecil, sampai sekarang kursi bersejarah itu masih ada. Di tahun ini juga pertama kali saya baru bisa punya kendaran roda dua.

1996 dengan dukungan pemilik rumah kontrakan akhirnya saya beranikan diri untuk membangun rumah di lokasi/tanah milik mertua (di belakang rumah mertua). Rumah yang kami bangun berukuran 5 x 12 bentuknya memanjang kaya kereta.banyak sekali biaya yang tak terduga, motor kamipun kami jual untuk menambah biaya pembangunan. Tetapi pada tahun itupun tugas saya pindah ke tanjung priuk Jakarta. Jadi setiap 2 minggu sekali saya kembali ke Surabaya untuk menemui anak dan istri.

1997 saya nekat membawa anak dan istri ke Jakarta dan mengontrak rumah satu petak di depok, tepatnya di belakang UI. Disinilah apesnya saya istri saya bawa ke Jakarta Kapal saya malah ke Surabaya selama setahun untuk perbaikan. Akhirnya tetep aja setiap 2 minggu pulang ke Jakarta untuk menemui anak istri……………..kasian.

2000 penugasan di staf, setelah 11 tahun di laut.

2001 anak kedua lahir, perempuan.

2009 Maret, karena anak pertama kami diterima di SMAN 13 jakarta Utara dan masuk sekolah mulai jam 06.30 kami yang tinggal di Bekasi kerepotan. Selain harus bangun sangat pagi, biar anak tidak terlambat sekolah pengeluaran biaya transportasi jadi membengkak, Kamipun akhirnya pindah ke Jakarta

itulah koronologis kehidupanku sejak 1967 s/d 2009 atau 42 tahun berjalan, memang tidak ada perubahan atau kesuksesan yang berarti tapi setidaknya saya mau menulis aja disini

0 komentar: