Saya adalah anak ke lima dari delapan bersaudara dari seorang ayah yang bekerja di Syahbandar Surabaya/KPLP.Nama saya Farida (sesuai akte) terlahir tanggal 16 Des 1967, Sejak kecil sering sakit sakitan akhirnya nama saya diganti menjadi Fatimah. Dan panggilan sehari hari di rumah adalah Fatimah. Sejak TK s/d SD saya menggunakan nama tersebut, namun begitu akan lulus SD nama harus sesuai dengan akte lahir untuk penulisan di Ijazah SD, digunakan lagi nama Farida untuk selanjutnya s/d kuliah di Universitas Muhamadiyah Surabaya.
Teman sekampung dan juga teman SD akan memanggil saya dengan nama Fatimah, tetapi teman SMP, SMA dan Universitas memanggilku Farida. Nah, suatu saat teman dari SMP/SMA/Univ yang datang ke kampungku mencari Farida, tetapi bagi warga kampung tidak mengenal yang namanya Farida, akhirnya temanku itu pulang. Esoknya ia menegur saya, dan saya jelaskan namanya kalau di kampung adalah Fatimah.
Sewaktu masih kecil TK s/d SD Kami tinggal di Petemon Kali Gang - II Surabaya, Tahun 1979 Kamipun pindah ke Daerah Wonosari/Wonokusumo dan akhirnya setelah Ayahku bisa membeli tanah dan membangun rumah kami pun pindah ke Rumah baru di Daerah MrutuKalianyar Gang-III.
Kehidupan masa kecil saya cukup disiplin, karena semua anggota keluarga tidak boleh ada yang berpangku tangan, karena ibuku mempunyai warung kecil, kamipun selain harus membantu kegiatan di rumah kamipun harus membantu menjual makanan/es lilin dengan keliling kampung.
Semasa SMA adalah masa yang paling indah, saat itu ada cowok idaman yang menjadi kekasih atau cinta pertama saya yang bernama Adi Siswanto, ia pun tinggal tidak jauh dari tempat tinggal kami. Namun karena dia berasal dari keluarga yang broken home, dimana Ayahnya sudah pergi meninggalkan keluarganya. Bapakku tidak pernah merestui hubungan kami. Dan akhirnya kamipun berpisah baik baik dan entah dimana ia berada sekarang, walau sampai saat ini bayangan kisahku dengan dia masih berbekas dihati.
Karena saya orangnya termasuk supel dan menyenangkan (katanya),banyak juga sih cowok yang naksir saya tapi tidak semudah itu saya dapat melupakan kekasih atau cinta pertama saya. Karena sayapun harus bisa memikirkan masa depan paling tidak kalau saya bisa kuliah dan setelah menjadi sarjana saya harus bisa kerja agar kehidupan kami menjadi lebih baik dari pada suatu keluarga yang hanya ditopang oleh penghasilan sang suami.
Setelah Lulus SMA sayapun melanjutkan kuliah di Universitas Muhamadiyah Surabaya, Karena Kuliahnya Sore s/d Malam hari, maka setelah memasuki semester Tiga saya memberanikan diri mencari pekerjaan untuk menjadi guru di sekolah swasta. Sekedar mencari pengalaman, paling tidak setelah selesai kuliah saya bisa lebih mudah untuk menjadi guru.
Cowok.... ada sih, tapi saat kuliah belum punya pikiran untuk pacaran serius atau menikah. jadi sekedar berteman saja, walaupun kedua orangtuaku selalu memaksa untuk emndapatkan jodoh, karena adik perempuanku kebetulan sudah punya cowok.
Lingkungan tempat tinggal kami kebetulan dekat dengan basis AL/koarmatim dan juga kakak ipar anggota AL. Saya sendiri tidak pernah berminat berpacaran apalagi menikah dengan anggota AL karena punya pengalaman nggak enak sewaktu masih SMA Hangtuah, waktu itu sebagai anggota Marching band dan pelatihnya anggota AL yang galak galak dan suka menghukum.
Tapi ternyata karena memang lokasi tempat tinggal disana mengakibatkan banyak cowok dari AL- lah/kan/dong yang sering mencoba untuk mendekati saya, bahkan ada yang langsung mengajakku berumah tangga.....hebat ya.
Apalagi kakak ipar sering membawa teman ke rumahnya, sehingga yang bujangan selalu menemuiku untuk ngajak makan bakso atau rujak ....rujak......rujak.....
Tapi biarpun mereka berkorban sampai babak belur untuk mendapatkan saya, sampai kuliah pun di antar/jemput belum ada satupun yang bisa menjadi pacar saya.
hingga suatu ketika ada seorang anggota kapal yang bernama sudiro datang ke rumah karena diajak oleh pacar adik saya (anggota AL juga).akhirnya kita pun berkenalan, dan sering pula ia datang ke rumah....apel gitu.
Tapi....ia ternyata bukan jodoh sebab ia sudah punya pacar yang sebentar lagi mereka akan menikah....sudiropun sering curhat sama saya bahwa ia tidak mencintai calon istrinya, kalaupun menikah karena terpaksa.
Sayapun coba membantunya untuk menghilangkan atau memisahkan mereka, tapi caranya dengan mendatangi orang pintar/dukun lah... ke pulau madura, tidak berhasil. akhirnya sudiropun menikah. aku sakit hati.....mungkin, Tapi Sudirotidak begitu saja melupakan saya, walau sudah menikah ia masih sembunyi sembunyi dari istrinya untuk menemuiku. bahkan sering juga ia memberi uang sekedar untuk membantu biaya kuliah.
tahu suaminya sering menemuiku , istrinya marah marah... bahkan apabila ada anak yang bernama sama dengan saya >>>Fatimah>>> istrinya sudiro tanpa sebab marah sama anak itu. Setelah Sudiro menikah ada teman kerjanya yang bernama Kurniawan yang dulunya sering ikut apel , akhirnya sering datang ke rumah mencoba menggantikan posisi Sudiro.
saya masih belum memberikan reaksi atau mengerti terhadap seringnya ia datang ke rumah dan hanya menganggap teman, namun ternyata tiba tiba ia pindah kerja ke luar Jawa dan sangat jauh diujung pulau.
hingga suatu malam sepulangnya dari kuliah (jam 22.00) saya dikenalkan dengan seorang pria yang akhirnya sekarang menjadi suami saya. pertama kali kenal tidaka ada kesan sama sekali, apalagi dia bukan tipe pria idaman.
ternyata ia sudah datang kerumah sejak pukul 19.00, karena saya belum datang iapun mengobrol dengan bapak. Tapi hebatnya ini orang dalah berani ngobrol dengan bapak, padahal orang lain semua takut kalau ketemu dengan bapak saya, kelihatannya galak dan sulit untuk diajak kompromi.
Ternyata sebelum saya kenal dengan cowok cowok diatas, sang tamu ini sudah pernah mau ke rumah saya (adik ipar saya juga yang ngajak) tapi karena keburu pindah tugas, dan orang yang menggantikan posisinya si sudiro ini, akhirnya sudiro lah yang kenal dengan saya duluan.
Saya juga belum memutuskan siapa sih calon pendamping hidup saya, padahal orang tua terus memaksa untuk segera menikah.
Di tempat kuliah sayapun mempunya teman cowok yang akrab bernama Andika, juga ada teman cowok yang bernama sukiman ia juga anggota AL . Kalau andika tidak berani ngungkapkan hatinya karena masih kuliah dan belum tahu akan masa depannya, sedangkan Sukiman masih belum jelas karena ia tidak tegas untuk menikah dengan saya dan menunggu selesai kuliah....kelamaan tau...... Akhirnya Saya pilih Si Tamu terakhir ini jadi Suami saya, karena Jelas dan tegas untuk jadian dengan saya.
namun sebelum menikah Suami saya sering bingung dengan nama saya, karena ia kenal nama saya adalah farida, tetapi kok keluarga selalu memanggil dengan nama mbak Fat.......... saya ulangi mbak far....nggak cocok jadi jelas yang didengar mbak fat. suamipun sering bertanya siapa nama saya sebenernya Farida atawa fatimah. nah kalau fatimah apa hubungannya dengan Sudiro yang ternyata juga masih teman suami saya. sayapun masih mengambang memberi jawaban sama suami saya......suatu saat nanti ia akan tahu sendiri.
Dan kini sebagai buktinya 2 orang anak cowok yang berumur 15 tahun dan yang cewek berumur 8 tahun.
Minggu, 28 September 2008
dua nama satu jiwa
Diposting oleh heri di 11.27 0 komentar
Label: dua duo
Jumat, 19 September 2008
MAINAN MASA KECIL
pernahkan anda di masa kecil menyanyikan lagu ini :
punten
mangga ayo ga
gatot kaca ayo ca
cau ambon ayo mbon
bonteng asak ayo sak
sakit perut ayo rut
rujak asem ayo sem
sempal sempil ayo pil
pilem rame ayo me.......................dst
sekitar tahun 1973-1976 saat kecil saya tinggal di asrama yon zipur 7 jagakarsa jakarta selatan bersama teman sebaya suka menyanyikan lagu itu bahkan namanya anak anak lagu tersebut juga sedikit nakal untuk ukuran saat itu. sisus, mame, acep, toyo dll adalah nama nama teman sebaya saat itu. mungkin nama nama yang aneh untuk masa sekarang. bahkan untuk sisus yang saya ingat dia mempunyai masalah dengan bibirnya dan saat itu sudah dioperasi sehingga bibirnya sudah normal seperti anak yang lainnya.
kejadian lain saat itu adalah datangnya pedagang topi dari daun pandan seperti topi koboy, semua anak anak membeli topi tersebut, kemudian datanglah juru potret keliling, kami pun dipotret sama sama dengan menggunakan topi koboy...........sayang saya tidak punya potonya. tapi apabila ada yang punya tolong dong kirim melalui email ke alamat saya.
bermain saat anak anak sangat mengasyikan, main bola, main layangan, kucing kucingan bahkan mainan kita buat sendiri dan dahulu tidak ada khan mainan beli.
khusus main layangan, benang gelasan yang mahal kita termasuk anak yang kurang beruntung bisa mendapatkannya melalui/dengan membantu sebagai tukang gulung benang saat si empunya layangan memaminkan layangannya. Saat itu namanya "KUAT", setelah selesai bermain layangan ia akan memberikan benang gelasan beberapa meter dan diambil atau diputus dari gulungan benang gelasan miliknya.
permainan lain yang tak kalah seru dan mengasyikan adalah naik pohon jambu dan menggoyang goyangkan dahan pohon yang kita dudukin. saat itu ada 3 orang anak termasuk saya sambil teriak teriak dan senang menggoyang goyangkan dahan pohon yang diduduki...............ah.....kretek kretek.........ternyata dahan pohon jambu itu patah/roboh, kita semua panik, untungnya jatuhnya secara perlahan tapi rasa takut tetap ada. yang pasti pemilik pohon jambu marah marah sama kita.
jaman sekarang mainan mobil mobilan sudah pake remote kontrol, dulu kita buat dari bambu dengan roda dari sendal bekas yg kita iris bundar.
nonton tv (hitam putih/tvri lagi), sukanya film kartun atawa malamnya nonton film manix ama the wild wild west. tapi nontonnya di tempat untuk nonton tv rame rame atau tetangga yang punya tv dipasang di jendela supaya bisa ditonton bersama, nah masalahnya asrama kita belum ada pln, aliran listrik dari genset milik batalyon yang menyala tiap malam bergantian. saat barak tempat tinggal kita terkena giliran mati lampu, maka beramai ramai kita mencari rumah yang punya tv dan aliran listriknya menyala.....om numpang nonton, walaupun nggak kenal ama yang punya rumah.
tahun 76, saya pindah ke bandung saya masuk sd yang baru ada tiga kelas, jadi kita kelas tiga adalah angkatan pertama nantinya bila lulus. teman sd yang saya ingat darmudji dia bintang pelajar di sekolah, bahkan untuk lomba nyanyi dia perwakilan sekolah kami sayang ia kalah karena nyanyinya tidak ada gaya alias patung bernyanyi. arman maulana, kepalanya udah duluan lebar anaknya aneh dan mau disuruh makan serangga (capung) , emen, rahmadi, dll. pagi hari sebelum masuk kelas kita main bola menggunakan bola tenis.... seru juga sih,
permainan di rumah?
di dekat rumah ada pesantren/madrasah ibtidaiyah yang tiap tahun menyelenggarakan malam imtihan atawa malam hiburan dlm rangka kenaikan kelas, pertama kali saya lihat hiburan di panggung yang dimainkan oleh anak anak mulai dari nyanyi lawak dan hiburan lainnya. yang selalu saya ingat adalah lagu mainan anak anak yang dimainkan dalam acara itu :
jaleuleu...........ja
tulak tuja eman................gow
seureuh leuweung.................gung
ucing katinggang song song ...............ngek
karena tertarik dengan acara imtihan tiap tahun makanya semua anak anak juga ikut sekolah di madrasah yang jam belajarnya mulai pukul 14.00 s/d malam (?) dimulai dari kelas a,b,1,2,3,4 dimana diisi oleh seorang guru/ustad satu-satunya. bahkan dua kelas kadang kadang digabung . Sang ustad yang kita ppanggil Ustad Didin pagi harinya bekerja sebagai pegawai PLN, jadi jam 14.00 tidak pasti juga jam berapa sang ustad pulang dari bekerja. boleh dikata madrasah ini gratis, anak bayar spp seiklasnya dan sang gurupun belum tentu punya bayaran karena ia sendiri merangkap sebagai kepsek sampai sekarang. mungkin yang penting adalah mengajarkan ilmu agama untuk anak anak di sekitarnya.
Permainan anak anak di kampung ini tidak selamanya sama/abadi tergantung musimnya kayak main layangan. permainan lainnya :
main pedang-pedangan, terbuat dari bambu. karena pernah hampir melukai mata salah satu teman anak anak punya inisiatif untuk menghilangkan permainan ini.
main pletok-pletoka yaitu pistol bambu yang diisi kertas basah yang disumpalkan di bambu lalu didorong dengan gagang dari batang bambu.
main pistol-pistolan dengan peluru dari tanaman, dan pistol dari gagang bambu yang diikat karet.
main gambar, setelah agak dewasa menjadi main kartu mulai dari cangkulan, remi atau emapt satu.
main catur. nggak usah dijelasin.
Diposting oleh heri di 21.16 0 komentar
Label: topi koboy
Kamis, 04 September 2008
kisah kisah lucu yang tidak terlupakan
(ditulis pertama kali tanggal, Sabtu, 2008 Januari 12)
1. Pada usianya yang ke-5 anak pertama saya sudah mengenal huruf huruf tetapi belum bisa menggabungkannya untuk menjadi kata kata. Ada pengalaman lucu mengenai hal itu. Ketika masih tinggal di depok kami selalu menggunakan KRL jurusan Depok – Kota.
Setiap pemberhentian/stasiun anak kami selalu bertanya stasiun apa. Suatu saat kereta berhenti di stasiun TEBET, kami menyuruh sang anak untuk mengeja nama stasiun itu, dengan lancar dan lantang anak kami mengeja “ T – E – B – E – T “ kami pun kagum, langsung saya suruh ucapkan katanya (gabungan huruf tadi), dengan lantang pula ia menyebutkan nama stasiunnya SAWAH BESAR, kami pun tertawa serta seluruh penumpang KRL yang mendengar.
2. anak kami waktu masih berumur 5 thn memang masih lucu, suka mengikuti apa yang kami lakukan. Bila memecahkan telur puyuh matang selalu memukulkannya ke jidat anak saya, hanya menggoda dan mengajarkan supaya berani dan tidak takut akan benturan kecil.
Suatu saat ibu pulang dari belanja membawa telur puyuh, anak kami bertanya apakah telur puyuhnya matang. Ibu pun menjawab iya, karena biasanya telur puyuh itu memang sudah matang. Akhirnya dipukulkannya telur puyuh itu ke jidat sendiri, prak........ ternyata telur puyuh itu masih mentah. Kotorlah muka anak saya itu.
3. ada lagi cerita lucu tentang anak kami yang pertama ini. Kebiasaan istri saya menyimpan bumbu apa saja di dalam kulkas termasuk terasi batangan.Setelah membuat kue tart, sisa coklat batangan juga disimpan di kulkas. Coklat batangan manis dan enak saya patahkan dan makan, dan sisanya dikembalikan ke dalam kulkas. Anak saya minta juga, saya suruh ambil sendiri di kulkas. Anak saya bilang yang ini pak, saya jawab iya karena terlihat bentuknya sama. Namun begitu digigit oleh anak saya rasanya kok aneh...... uwek uwek........... ternyata anak saya mengambil terasi batangan. Aduh kasihan deh.
4. lain lagi tentang istri saya. Kami memang keluarga yang lucu, guyon dan jail dengan konyol biasa kami lakukan untuk keakraban keluarga. Suatu saat istri saya mau menjaili saya mengambil jari telunjuk saya untuk dimasukan ke lobang hidungnya. Karena istri saya tidak tahu jari telunjuk saya sudah memegang sesuatu yang paling bau, saya pura pura menolak menahan tangan saya untuk dimasukan ke lubang hidungnya. Akhirnya saya lepas dan ditempelkan jari telunjuk saya ke hidungnya.......ah.....bau apa ini pak. makanya jangan jail sama raja jail. Mau jail malah kena yang lebih jail jadinya.
5. karena tinggal di bekasi dan bekerja di jakarta, istri saya kalau pulang selalu naik bis dan minta dijemput di tol bekasi timur. Seringkali karena pulang kerja itu capai dan rasa kantuk timbul menjelang bis tiba di pintu tol bekasi timurdan tertidur, akhirnya seharusnya sudah turun akhirnya kebablasan sampai terminal atau bulak kapal. Setelah bangun dengan terbengong bengong melihat suasana sekitar yang agak berbeda dan setelah bertanya sama kondektur barulah sadar bahwa kelewatan dari tempat pemberhentian seharusnya. Yah mau gak mau sayapun akhirnya menjemputnya ke bulak kapal, mau marah, tapi lucu juga.
6. perempuan dimanapun selalu identik dengan cerewet dan suka ngobrol. Istri sayapun kalau sudah ngobrol panjang lebar seolah olah tidak ada komanya. Suatu saat saya ajak ke kantor tempat saya bekerja, iapun ngobrol dengan rekan saya, dan saya rekam suara istri tanpa ia sadari, panjang lebar ia bercerita. Begitu sampai dirumah rekaman itu saya setel ia pun kaget. Ternyata istri sayapun mencoba membalasnya, dengan bekerja sama dengan anak saya, suatu saat saya pulang setelah menangani permasalahan kakak ipar di bengkel tempat kerjanya. Sayapun ditanggapi untuk bercerita tentang hasil penyelesaian masalah yang dihadapi kakaknya.eh ternyata cerita saya itu direkamnya, begitu saya selesai bercerita panjang lebar.diputarlah hasil rekamannya, saya kaget rekaman kapan..... semua pada tertawa.
7. sering saya menjaili istri dengan membohongi kejadian seolah olah beneran. Tapi yang namanya perempuan percaya aja. Dengan berpura pura tangan terjepit oleh tumpukan buku yang banyak, istri saya percaya dan membantu saya untuk melepaskannya. Padahal saya hanya berpantomin seolah olah tangan terjepit......................... uh uh uh........... akhirnya sayapun tertawa terbahak bahak . masa sih kita bisa kejepit sama tumpukan buku.
8. Kisah lain yang tak kalah konyol dan selalu menjadi ingatan istri adalah saat kami masih kontrak di rumah petak di daerah Surabaya. Saat malam tiba listrik dari PLN mati, untuk penerangan darurat istri menyalakan lampu teplok/cublik lampu sumbu yang menggunakan minyak tanah. Listrik mati sampai besok pagi, begitu kami bangun istri saya tertawa melihat wajah saya yang penuh kotoran hitam, sebaliknya sayapun tertawa melihat wajah istri penuh dengan kotoran hitam yang ternyata berasal dari asap lampu teplok. Setelah itu baru kami mengerti bahwa lampu teplok itu jangan asal nyala tetapi harus diatur apinya supaya tidak menimbulkan debu hitam.
9. Kami tinggal di Bekasi dan bekerja di Jakarta, untuk menuju ke Jakarta saya naik motor dulu dari rumah dan parkir di tempat penitipan motor sebelum Naik Bis dari yang /lewat Pintu Tol Bekasi Timur,dan pulangnya kamipun janjian dengan istri untuk saling menunggu di tempat penitipan motor tersebut.
Suatu saat istri saya sudah tiba duluan di tempat penitipan motor, namun karena ada keperluan istri saya kebelakang dan begitu saya tiba disana saya tidak melihat istri saya sudah datang, maka saya ambil motor dan saya tunggu di luar.
lebih dari satu jam kami saling menunggu, saya berada di seberang, sedangkan istri ada di tempat penitipan motor. Saya sudah tidak sabar, katanya sudah sampai maka sayapun masuk ke wartel dan menelpon hp istri ............ha........ha........ha.........ternyata ada di tempat penitipan motor dan kami saling menunggu sangat lama dan lebih dari se jam. akhirnya kamipun pulang dan berantem dijalan saling menyalahkan..........konyol juga.
10.Suatu saat saya membuat teh instan rasa jeruk nipis (merk lupa), karena belum sempat diminum saya keburu ada keperluan sebentar keluar rumah. begitu kembali dan ingat saya punya teh yang segar, tapi ternyata sudah tidak ada/habis, ada yang minum rupanya. ketika saya tanyakan sama istri, apakah teh yang saya buat diminumnya, jawaban istri saya tidak. saya percaya saja (bisa juga yang minum adalah anak saya), tapi begitu saya tanya tehnya rasanya enak, ya! ternyata spontan istri saya mengangguk tanda iya....... ha ha ha ha artinya tidak minum tapi tahu rasanya.....ketahuan khan, bohongnya.........
11. Pagi yang gelap (pkl 05.15) Kami berangkat kerja dan bertiga naik motor, saya yang mengendarai motor, anak saya yang masih SMP duduk ditengah, dan dibelakang istri saya.
Karena merasa ban belakang kurang angin, istri saya menyarankan tambah angin dulu. Begitu melewati tempat tambal ban tidak jauh dari tikungan dukuh zamrud (sekarang RM Padang AJO) ,sambil motor bergerak pelan saya melihat tukang tambal bannya masih tertidur pulas di kiosnya maka sayapun tancap gas sambil mencari tukang tambal yang masih melek aja.....tiba tiba anak saya mencolek setelah terima panggilan HP dan sayapun kaget ternyata anak saya bilang"Pah kembali, mama masih dibelakang", padahal kami berdua sudah berada di sekitar SMAN 9 Bekasi. waduh, rupanya ketika motor bergerak pelan ternyata istri saya berinisiatif turun. Akhirnya sayapun kembali menjemput sang istri didekat tempat tambal ban, tentu saja marah marah sampai puassss
12. Kalau hari sabtu saya libur, tapi istri tetap kerja. Makanya saya kebagian ngantar pake motor ke Pintu tol bekasi timur/perempatan kali malang dan nantinya istri naik bis 3/4 jurusan Pulogadung. Supaya lebih cepat saya menyarankan untuk naik bisnya tepat didepan pintu tol bekasi timjur arah jakarta, sayapun ngantarnya tidak terlalu jauh pikir saya nanti jemputnya juga nggak jauh dari tempat itu. Begitu istri saya sudah kembali dari kerja dan minta jemput lagi, saya pun menunggu di tempat mengantar tadi, tapi kok nggak ada bis yang dari arah pulogadung padahal istri saya bilang sudah nyampe.istri saya marah marah karena saya nggak muncul muncul padahal katanya sudah tunggu di tol timur......astaga....saya baru sadar pintu masuk arah jakarta berada di selatan jalan tol cikampek sedangkan pintu keluar dari jakarta berada di sebelah utara tol cikampek(berseberangan), pantesan nggak ketemu, akhirnya saya bergerak menuju tempat istri saya menunggu, dengan marah marah istripun kapok dengan ide saya ini, besok lagi kalu mau jemput di tempat biasa saja.....heh.......heh...................
13. Suatu saat, sepulang kerja saya beserta istri naik KRL Jakarta-Bekasi AC Ekonomi. karena Ber AC dan terasa sejuk serta penumpang yang tidak begitu banyak, kami yang terasa capek karena pulang kerja merasa ngantuk, istri tertidur sayapun tertidur. masing masing menganggap ah...salah satu melek nanti kalau sampai di bekasi pasti dibangunin. walah... ternyata kami berdua tertidur pulas (posisi duduk) sampai kereta tiba di bekasi. begitu para penumpang turun, yang melewati kami teriak... hai bangun...bangun sudah sampe....wah.......kami berdua bangun dan terkaget kaget sambil saling menyalahkan kenapa semua pada tertidur dan saling mengandalkan ......yah yang paling sebel rasa malunya itu lho, para penumpang di luar kereta masih pada ngeliatin kami.
Diposting oleh heri di 18.05 0 komentar
Label: kisah lucu
