pernahkan anda di masa kecil menyanyikan lagu ini :
punten
mangga ayo ga
gatot kaca ayo ca
cau ambon ayo mbon
bonteng asak ayo sak
sakit perut ayo rut
rujak asem ayo sem
sempal sempil ayo pil
pilem rame ayo me.......................dst
sekitar tahun 1973-1976 saat kecil saya tinggal di asrama yon zipur 7 jagakarsa jakarta selatan bersama teman sebaya suka menyanyikan lagu itu bahkan namanya anak anak lagu tersebut juga sedikit nakal untuk ukuran saat itu. sisus, mame, acep, toyo dll adalah nama nama teman sebaya saat itu. mungkin nama nama yang aneh untuk masa sekarang. bahkan untuk sisus yang saya ingat dia mempunyai masalah dengan bibirnya dan saat itu sudah dioperasi sehingga bibirnya sudah normal seperti anak yang lainnya.
kejadian lain saat itu adalah datangnya pedagang topi dari daun pandan seperti topi koboy, semua anak anak membeli topi tersebut, kemudian datanglah juru potret keliling, kami pun dipotret sama sama dengan menggunakan topi koboy...........sayang saya tidak punya potonya. tapi apabila ada yang punya tolong dong kirim melalui email ke alamat saya.
bermain saat anak anak sangat mengasyikan, main bola, main layangan, kucing kucingan bahkan mainan kita buat sendiri dan dahulu tidak ada khan mainan beli.
khusus main layangan, benang gelasan yang mahal kita termasuk anak yang kurang beruntung bisa mendapatkannya melalui/dengan membantu sebagai tukang gulung benang saat si empunya layangan memaminkan layangannya. Saat itu namanya "KUAT", setelah selesai bermain layangan ia akan memberikan benang gelasan beberapa meter dan diambil atau diputus dari gulungan benang gelasan miliknya.
permainan lain yang tak kalah seru dan mengasyikan adalah naik pohon jambu dan menggoyang goyangkan dahan pohon yang kita dudukin. saat itu ada 3 orang anak termasuk saya sambil teriak teriak dan senang menggoyang goyangkan dahan pohon yang diduduki...............ah.....kretek kretek.........ternyata dahan pohon jambu itu patah/roboh, kita semua panik, untungnya jatuhnya secara perlahan tapi rasa takut tetap ada. yang pasti pemilik pohon jambu marah marah sama kita.
jaman sekarang mainan mobil mobilan sudah pake remote kontrol, dulu kita buat dari bambu dengan roda dari sendal bekas yg kita iris bundar.
nonton tv (hitam putih/tvri lagi), sukanya film kartun atawa malamnya nonton film manix ama the wild wild west. tapi nontonnya di tempat untuk nonton tv rame rame atau tetangga yang punya tv dipasang di jendela supaya bisa ditonton bersama, nah masalahnya asrama kita belum ada pln, aliran listrik dari genset milik batalyon yang menyala tiap malam bergantian. saat barak tempat tinggal kita terkena giliran mati lampu, maka beramai ramai kita mencari rumah yang punya tv dan aliran listriknya menyala.....om numpang nonton, walaupun nggak kenal ama yang punya rumah.
tahun 76, saya pindah ke bandung saya masuk sd yang baru ada tiga kelas, jadi kita kelas tiga adalah angkatan pertama nantinya bila lulus. teman sd yang saya ingat darmudji dia bintang pelajar di sekolah, bahkan untuk lomba nyanyi dia perwakilan sekolah kami sayang ia kalah karena nyanyinya tidak ada gaya alias patung bernyanyi. arman maulana, kepalanya udah duluan lebar anaknya aneh dan mau disuruh makan serangga (capung) , emen, rahmadi, dll. pagi hari sebelum masuk kelas kita main bola menggunakan bola tenis.... seru juga sih,
permainan di rumah?
di dekat rumah ada pesantren/madrasah ibtidaiyah yang tiap tahun menyelenggarakan malam imtihan atawa malam hiburan dlm rangka kenaikan kelas, pertama kali saya lihat hiburan di panggung yang dimainkan oleh anak anak mulai dari nyanyi lawak dan hiburan lainnya. yang selalu saya ingat adalah lagu mainan anak anak yang dimainkan dalam acara itu :
jaleuleu...........ja
tulak tuja eman................gow
seureuh leuweung.................gung
ucing katinggang song song ...............ngek
karena tertarik dengan acara imtihan tiap tahun makanya semua anak anak juga ikut sekolah di madrasah yang jam belajarnya mulai pukul 14.00 s/d malam (?) dimulai dari kelas a,b,1,2,3,4 dimana diisi oleh seorang guru/ustad satu-satunya. bahkan dua kelas kadang kadang digabung . Sang ustad yang kita ppanggil Ustad Didin pagi harinya bekerja sebagai pegawai PLN, jadi jam 14.00 tidak pasti juga jam berapa sang ustad pulang dari bekerja. boleh dikata madrasah ini gratis, anak bayar spp seiklasnya dan sang gurupun belum tentu punya bayaran karena ia sendiri merangkap sebagai kepsek sampai sekarang. mungkin yang penting adalah mengajarkan ilmu agama untuk anak anak di sekitarnya.
Permainan anak anak di kampung ini tidak selamanya sama/abadi tergantung musimnya kayak main layangan. permainan lainnya :
main pedang-pedangan, terbuat dari bambu. karena pernah hampir melukai mata salah satu teman anak anak punya inisiatif untuk menghilangkan permainan ini.
main pletok-pletoka yaitu pistol bambu yang diisi kertas basah yang disumpalkan di bambu lalu didorong dengan gagang dari batang bambu.
main pistol-pistolan dengan peluru dari tanaman, dan pistol dari gagang bambu yang diikat karet.
main gambar, setelah agak dewasa menjadi main kartu mulai dari cangkulan, remi atau emapt satu.
main catur. nggak usah dijelasin.
Jumat, 19 September 2008
MAINAN MASA KECIL
Diposting oleh heri di 21.16
Label: topi koboy
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar