THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Kamis, 29 Juli 2010

Kompor Meleduk

Kapan keluarga saya menggunakan kompor gas?
Pada tahun 2001 ada acara piknik dari kantor tempat saya bekerja, kami semua ditempatkan di villa yang terdiri dari beberapa kamar plus 1 dapur dengan kompor gasnya (ada tipinya juga), nah saat mau masak air itu kami nggak tau cara nyalain kompor gas (ndeso yach), akhir dikasih tau ama keluarga lain yang tinggal di villa yang sama cara menyalakan kompor gas. Mudah dan praktis, akhirny setelah itu istri saya berencana memiliki kompor gas
Akhirnya, Sekitar tahun 2002 istri saya baru bisa membeli kompor gas seharga Rp.125.000,- sedangkan tabungnya yang saat itu seharga Rp.250.000,- dicicil perbulan Rp.50.000,-
Alhamdulillah, selama menggunakan kompor gas dengan tabung 12 kg, kami belum atau tidak mau bermasalah dengan tabung gas ini. Istri saya mau membeli Kompor gas karena memang mudah penggunaanya dan bersih hasil masaknya, dan yang paling penting sebenarnya lebih irit karena 1 tabung bisa kita gunakan selama 2 bulan bahkan lebih dengan harga isi gas tabung 12 kg Rp.76.000,-(saat ini).
Sebelum tahun 2001 kami tentunya menggunakan kompor minyak tanah yang kalau masak selalu repot
- nyalain
- ngisi minyak tanah
- kadang masakan bau minyak tanah
- beli 5 liter per 3 hari (sebulan 50 ltr x Rp.2500 (harga dulu) = Rp. 100.000,
kalau harga sekarang (ada yang Rp. 10.000 per liter) boros bukan?

Kenapa kompor gas gratis tabung 3 kg sering meleduk?
Selain memang gratisan dan dibuat secara massal serta banyak oplosan yang merusak tabung, juga masyarkan kita yang selalu sembrono.
padahal sebelum menyalakan kompor gas diman ruang dapur dengan ventilasi yang bagus, juga kita harus mengecek keadaan kompor dan udara di dapur. Kalau ada suara mendesis, atau tercium bau menyengat jangan nyalakan kompor gas.

0 komentar: